A. PENGERTIAN ARTIKEL
1. Artikel adalah karangan berisi fakta dan opini yang dibuat untuk dipublikasikan di media cetak maupun media sosial. Artikel bertujuan untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sebuah artikel dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembaca. (https://blog.ruangguru.com/pengertian-struktur-dan-jenis-artikel)
2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikel merupakan sebuah karya tulis lengkap, contohnya berita atau teks esai dalam majalah.
3. Menurut Tomi Rianto dalam Buku Cepat Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA (2019), teks artikel merupakan sebuah karya tulis lepas, berisikan opini atau pendapat penulis tentang isu permasalahan, bertujuan untuk memberi informasi, mempengaruhi, meyakinkan atau untuk menghibur pembaca.
4. Artikel adalah salah satu jenis tulisan yang berisi pendapat, pikiran, gagasan, atau kritik mengenai persoalan yang ada dan berkembang di tengah masyarakat. Isinya berupa pendapat penulis yang dimuat di media massa.
Berdasarkan fungsinya, artikel dapat dikatakan sebagai rangkaian teks berisi fakta dan opini dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan di media, baik media cetak, media sosial, maupun media online. Tujuan artikel biasanya untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan agar dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembacanya.
Dalam penulisan artikel, topik atau tema yang disajikan dapat berupa opini terhadap suatu permasalahan dilengkapi dengan solusi atas permasalahan tersebut. Semua opini dan solusi yang disampaikan harus sesuai fakta dan data pendukung yang akurat.
B. FAKTA
Fakta adalah keadaan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi di kehidupan nyata. Kebenaran yang dikandung dalam fakta ini sudah terbukti dan terverifikasi. Oleh karena itu saat berhadapan dengan fakta, tidak ada orang yang bisa membantahnya. Misalnya, saat seseorang mengatakan bahwa matahari terbit dari timur, kita tidak bisa membantahnya karena hal itu benar-benar terjadi.
Fakta dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Fakta umum. Fakta umum merupakan fakta yang kebenarannya berlaku selamanya atau sepanjang zaman. Contohnya: Ikan bernafas dengan insang.
- Fakta khusus. Fakta khusus merupakan fakta yang kebenarannya bersifat sementara atau hanya berlaku dalam kurun waktu tertentu. Contohnya: Saat ini Anjar duduk di kelas 3 SMA 2 Negeri Semangus.
Dalam sebuah artikel, fakta biasanya didapat dari tiga sumber, yaitu:
- Fakta dari peristiwa yang benar-benar terjadi atau nyata.
- Fakta dari hasil riset sebuah lembaga atau seseorang yang kompeten di bidangnya.
- Fakta dari pendapat seseorang yang kompeten dan kredibel, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukannya terhadap sebuah peristiwa.
Dalam artikel, kita bisa dengan mudah membedakan kalimat fakta dengan memperhatikan ciri-cirinya. Ciri-ciri kalimat fakta:
- Kalimat fakta berisi fakta yang kebenarannya yang dapat dibuktikan dan diverifikasi oleh siapa pun.
- Kalimat fakta berisi informasi atau data yang akurat mengenai sebuah kejadian, seperti waktu kejadian dan lokasi kejadian.
- Kalimat fakta bersifat objektif, artinya data yang ditampilkan benar-benar sesuai kenyataan, tidak dibuat-buat, tidak memihak, dan tidak dipengaruhi pandangan pribadi atau subjektivitas penulisnya.
- Kalimat fakta biasanya dapat menjawab 5W + 1H (what, where, when, who, why, dan how).
- Kalimat fakta biasanya disertai data angka yang menunjukkan statistik atau jumlah sebenarnya dalam sebuah kejadian. Contohnya seperti dalam kalimat “Jumlah pasien virus corona COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 55 kasus pada Rabu (18/3/2020) malam. Hingga Kamis (19/3/2020) pukul 10.00 WIB hari ini, total pasien yang positif COVID-19 di Indonesia menjadi 227 kasus dengan 11 sembuh dan 19 meninggal”.
C. OPINI
Kalimat opini mengandung pendapat, pandangan, gagasan, sikap, saran atau solusi penulis terhadap sebuah masalah atau kejadian yang sedang dibahas dalam artikelnya. Sekalipun demikian, bila sebuah opini pada akhirnya terbukti kebenarannya, maka opini tersebut berubah menjadi fakta.
Opini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
- Opini individu atau perorangan. Opini ini merupakan gagasan atau opini yang dikemukakan oleh individu atau satu orang. Misalnya dalam kalimat “Sepertinya malam nanti akan hujan deras.”
- Opini umum. Opini yang kedua merupakan opini yang gagasan atau pendapatnya diakui oleh banyak orang. Misalnya dalam kalimat “Sering mandi di malam hari bisa menyebabkan rematik.”
Supaya dapat membedakan kalimat opini dari kalimat fakta, kamu bisa memperhatikan ciri-ciri kalimat opini berikut ini:
- Kalimat opini tidak dapat atau belum dapat dibuktikan kebenarannya.
- Kalimat opini bersifat subjektif, yang biasanya diikuti pendapat, saran, dan uraian yang menjelaskan pandangan penulis terhadap suatu masalah atau kejadian.
- Kalimat opini didasarkan pendapat pribadi, tidak berdasarkan narasumber yang kompeten dan kredibel.
- Kalimat opini berisi tanggapan penulis atas sebuah masalah atau kejadian.
- Kalimat opini menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi.
- Kalimat opini biasanya menggunakan kata-kata yang sifatnya tidak pasti. Contohnya, mungkin, rasanya atau sepertinya.
- Kalimat opini juga biasanya menggunakan kata-kata yang sifatnya memberi saran atau solusi. Contohnya, seharusnya atau sebaiknya.
D. STRUKTUR ARTIKEL OPINI
1. Tesis (Pembuka)
Tesis merupakan gagasan utama dari sebuah permasalahan yang didasarkan pada fakta.
2. Argumentasi (Isi)
Argumentasi merupakan pendapat yang dikemukakan oleh penulis dalam bentuk penjelasan mendalam yang disertai temuan fakta.
3. Penegasan ulang (Penutup)
Penegasan ulang merupakan bentuk penjelasan ulang pendapat untuk memperkuat argumentasi yang juga harus disertai fakta
E. UNSUR KEBAHASAAN ARTIKEL OPINI DAN BUKU ILMIAH
- Kata keterangan, biasanya digunakan untuk mengekspresikan sikap penulis agar dapat meyakinkan pembaca.
- Kalimat aktif, merupakan kalimat yang subjeknya aktif menerangkan sesuatu. Contoh: Kamu sedang asyik membaca buku.
- Menggunakan kata penghubung atau konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh karena itu, namun, dan sebagainya.
- Menggunakan kata kerja mental, material, dan relasional. Contoh: khawatir (kata kerja mental), menulis (kata kerja material), merupakan (kata kerja relasional).
- Menggunakan banyak kosa kata dan istilah agar tulisan lebih menarik dan berkualitas.
F. CARA MENULIS TEKS ARTIKEL BAHASA INDONESIA
1. Menentukan Topik atau Tema
Hal pertama dan terpenting dalam menulis artikel adalah menentukan topik. Kamu harus memilih topik yang spesifik dan mengambil permasalahan yang kamu kuasai agar memudahkan kamu untuk mengembangkannya. Kamu bisa memilih topik dari permasalahan di sekitar kamu, misalnya tentang lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi.
2. Menentukan Judul
Buatlah judul semenarik mungkin karena judul adalah hal yang paling pertama dilihat oleh pembaca. Kamu bisa memilih judul yang bersifat formal, humor, atau judul menarik yang mengundang rasa penasaran pembaca.
3. Merumuskan Ide atau Gagasan
Ada banyak cara untuk mendapatkan ide artikel, Misalnya, dari pengalamanan pribadi, bidang atau keahlian yang kamu kuasai, kegiatan sehari-hari, dan sebagainya. Setelah menemukan ide, mulai tuangkan ide-ide tersebut dalam tulisan artikel.
4. Tentukan Tujuan Penulisan
Pastikan pembaca dapat mengidentifikasi alasan atau tujuan kamu membuat artikel. Biasanya, tujuan penulisan artikel disampaikan secara tersirat. Tujuannya bisa bersifat mengajak, menghibur, menginformasikan, atau bahkan mengekspresikan sesuatu hal kepada pembaca.
5. Menyusun dan Mengembangkan Kerangka Artikel
Setelah menentukan topik atau tema artikel serta tujuan penulisan, langkah berikutnya adalah menyusun kerangka artikel. Caranya dengan menulis poin-poin penting yang akan disusun di artikel kamu. Setelah itu, kembangkan poin-poin tersebut menjadi tulisan yang menarik.
6. Mengumpulkan Bahan
Dalam mengembangkan kerangka menjadi tulisan yang menarik, kamu pasti memerlukan bahan dan referensi. Maka dari itu, pastikan kamu mencari referensi dan sumber yang sesuai dengan topik sebanyak-banyaknya. Temukan sumber dan referensi yang disertai data-data akurat agar artikel kamu bisa semakin berkualitas.
7. Membaca Ulang Artikel dan Lakukan Revisi
Setelah artikel selesai ditulis, bacalah ulang artikel tersebut. Membaca ulang artikel bisa memudahkan kamu menemukan kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin terjadi dan mengoreksinya. Contohnya, kesalahan penulisan kata, tanda baca, relevansi kaidah kebahasaan artikel, dan masih banyak lagi.
CONTOH ARTIKEL SINGKAT
Supaya semakin paham tentang materi teks artikel bahasa Indonesia, berikut adalah contoh artikel pendidikan yang bisa kalian pelajari.
Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia membawa dampak serius pada segala aspek kehidupan. Satu di antara dampak pandemi tersebut yaitu perubahan aktivitas belajar mengajar menjadi sistem pembelajaran daring (online learning).
Pembelajaran daring ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 agar tidak semakin meluas. Program ini dilakukan oleh semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.
Dalam pelaksanaannya, program pembelajaran daring ini ternyata banyak menemui kendala. Satu di antara kendala yang paling sering ditemui adalah, keterbatasan fasilitas penunjang belajar online.
Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua siswa memiliki fasilitas penunjang untuk pembelajaran daring, seperti ponsel, laptop, maupun paket data internet. Kendala seperti itu banyak muncul di kalangan orang tua siswa yang memiliki tingkat ekonomi kelas bawah. Banyak di antara mereka merasa tidak mampu menyediakan fasilitas belajar online yang tepat untuk anaknya.
Tak hanya itu, jika dibiarkan lebih lama, kendala ini bahkan berpotensi mengakibatkan peningkatan angka putus sekolah. Lembaga sosial dunia, UNICEF menyebutkan, setidaknya ada 938 anak putus sekolah akibat pandemi Covid-19. Angka tersebut banyak ditemukan pada daerah-daerah yang termasuk zona merah dalam penyebaran Covid-19.
Menyikapi permasalahan ini, pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana sekitar Rp 5,6 triliun sebagai bantuan untuk menanggulangi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Harapannya, bantuan tersebut dapat tersebar merata di semua kalangan masyarakat yang membutuhkan agar mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memastikan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak mereka.
Pemerintah sebenarnya juga perlu memerhatikan nasib para guru, terutama guru swasta dan guru honorer, karena selama pembelajaran daring, banyak di antara mereka yang pendapatannya menurun. Agar sistem pendidikan di Indonesia tetap berjalan efektif selama pandemi, pemerintah harus bekerja ekstra untuk mencari solusi agar kendala di bidang pendidikan maupun ekonomi dapat segera teratasi.
Sumber:
https://blog.ruangguru.com/pengertian-struktur-dan-jenis-artikel
https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/28/135028669/teks-artikel-pengertian-ciri-ciri-jenis-struktur-dan-kebahasaan?page=all
https://pahamify.com/blog/membedakan-fakta-dan-opini-dalam-artikel/
https://pahamify.com/blog/cara-menulis-teks-artikel-bahasa-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar