Senin, 21 Maret 2022

BELAJAR DARI BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut bisa menjadi teladan untuk orang banyak.

Selain biografi, ada juga yang namanya Autobiografi. Autobiografi merupakan suatu riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh tesebut. Untuk itu, antara biografi dan autobiografi sangatlah berbeda. Perbedaan tersebut dapat ditinjau dari penulisnya, apakah riwayat tersebut ditulis sendiri atau orang lain yang menulisnya.

Struktur Teks Biografi

a. Orientasi

Tahap ini adalah bagian pengenalan suatu tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh tersebut di dalam teks biografi.

b. Peristiwa dan Masalah

Tahap ini adalah bagian kejadian atau peristiwa yang dialami oleh tokoh. Berisi penjelasan suatu cerita baik itu berupa pemecahan masalah, proses berkarir, peristiwa menyenangkan, menegangkan, menyedihkan hingga mengesankan yang pernah dialami oleh tokoh hingga mengantarkannya meraih mimpi, cita-cita dan kesuksesan.

Semua kejadian tersebut diurai disini.

c. Reorientasi

Tahap ini adalah bagian penutup. Berisi mengenai pandangan penulis kepada tokoh yang dikisahkan. Reorentasi ini bersifat opsional semata, jadi boleh ada maupun tidak ada.

Contoh Teks Biografi dan Strukturnya

B.J. Habibie

Orientasi

BJ Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini memiliki nama lengkap Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI ketujuh. Ibunda Habibie berasal dari Jawa, sedangkan ayahnya asal Pare-Pare. Beliau memiliki kecerdasan pada ilmu teknologi dan pengetahuan, terutama fisika, semenjak masih kecil.

Peristiwa Penting

Beliau kuliah Teknik Mesin di ITB atau Institut Teknologi Bandung selama enam bulan, kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Jerman pada 1955 di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule. Kuliahnya dibiayai ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo. Butuh waktu 10 tahun Habibie muda menuntaskankan studi S-1 sampai S-3 di Aachen, Jerman. Tak seperti kebanyakan mahasiswa Indonesia yang memperoleh beasiswa ke luar negeri, selama kuliah S1 dan S2, yang membiayai kuliahnya adalah Ibundanya, di mana ibu Habibie menjalankan usaha katering dan menyewa rumah di Bandung sebagai penghasilan untuk hidup dan membayar biaya kuliah Habibie.

Selama beliau kuliah di Jerman, Habibie menekuni dan mengeluti bidang desain dan konstruksi pesawat terbang di Fakultas Teknik Mesin. Butuh waktu lima tahun untuk mengakhiri studi di Jerman, Habibie pun memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik dengan predikat terbaik atau summa cumlaude.

Reorientasi

Setelah beliau menikahi teman semasa SMA-nya, yakni Ibu Hasri Ainun Besari pada 1962, lalu Habibie melanjutkan program doktoral dan dengan istrinya yang tinggal bersamanya di Jerman. Pada saat itu Habibie harus bekerja untuk membayar uang kuliah dan biaya kebutuhan rumah tangga. Semasa hidupnya beliau telah berkontribusi banyak bagi negara ini, membuat pesawat terbang RI pertama.


Mark Zuckerberg

Orientasi

Mark Elliot Zuckerberg, ia adalah seorang pemuda kebangsaan Amerika atau masyarakat umum mengenalnya sebagai CEO sekaligus pendiri satu di antara sosial media terpopuler, yakni Facebook. Ia lahir di White Plains, satu di antara wilayah kota New York, pada 14 Mei 1984. Mark termasuk pengusaha muda terkaya, dengan kekayaan sekitar 72.9 milliar dolar Amerika.

Peristiwa Penting

Sebelum membuat platform tersebut, Mark Zuckerberg seorang mahasiswa di Universitas Harvard, hingga suatu saat Mark Zuckerberg membuat jejaring sosial yang diperuntukkan pada kelas Mark Zuckerberg saja. Namun, lambat laun jejaring sosial itu tersebar luas, terlebih banyaknya sambutan positif dari orang di sekitarnya, hingga sampai ke universitas lain yang ada dekat Universitas Harvard.

Tak lama setelah Mark Zuckerberg melihat perkembangan sosial media itu, ia memutuskan keluar dari Universitas Harvard dan kemudian memfokuskan dirinya untuk mengerjakan proyek jejaring sosial milikinya, yang kini sudah dikenal sebagai Facebook.

Reorientasi

Di usianya yang baru 35 tahun, Mark Zuckerberg telah menjadi seorang pemuda terkaya di dunia. Sebelumnya, Mark Zuckerberg hanya berniat membuat jejaring sosial Facebook ini untuk membantu orang-orang. Berkat niat baik serta ide inovatifnya, Facebook tak hanya membantu banyak orang, tetapi juga membuat Mark kaya raya.

Senin, 24 Januari 2022

NILAI-NILAI/ ASPEK KEHIDUPAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK

 Berikut pandangan pengarang dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dalam aspek kehidupan yang menyangkut sosial, budaya, ekonomi, agama. 

1. Ekonomi 

  • Kekeringan

 Kedua unggas itu telah melayang berates-ratus kilometer mencari genangan air. Telah lama mereka merindukan amparan lumpur tempat mereka mencari mangsa ; katak, ikan, udang atau serangga air lainnya. (Paragraf 1)

Tumbuhan jenis kaktus ini justru hanya muncul di sawah sewaktu kemarau berjaya. (Paragraf 2)

Angin tenggara bertiup. Kering. Pucuk-pucuk pohon di pedukuhan sempit itu bergoyang. Daun kuning serta ranting kering jatuh. (Paragraf 4)

Di tepi kampung, tiga orang anak laki-laki sedang bersusah-payah mencabut sebatang singkong. Namun ketiganya masih terlampau lemah untuk mengalahkan cengkeraman akar ketela yang terpendam dalam tanah kapur. Kering dan membatu. (Paragraf 10)

“Percuma. Hanya sebatang linggis dapat menembus tanah sekeras ini,” ujar Warta. (Paragraf 12)

Udara kemarau makin malam makin dingin. (Paragraf 22)

  •  Kemiskinan

Namun kemarau belum usai. Ribuan hektare sawah yang mengelilingi Dukuh Paruk telah tujuh bulan kerontang. Sepasang burung bangau itu takkan menemukan genangan air meski hanya selebar telapak kaki. Sawah berubah menjadi padang kering berwarna kelabu. Segala jenis rumput, mati. (Paragraf 2)

Udara panas berbulan-bulan mengeringkan berjenis biji-bijian. Buah randu telah menghitam kulitnya, pecah menjadi tiga juring. (Paragraf 5)

“Air?” ejek Darsun, anak yang ketiga. “Di mana kau dapat menemukan air?” (Paragraf 13)

Singkong dengan umbi-umbinya yang hanya sebesar jari tercabut. (Paragraf 15)

Kemarau tidak disukai oleh bangsa binatang mengirap itu. Buah-buahan tidak mereka temukan. Seranggapun seperti lenyap dari udara. (Paragraf 20)

2. Sosial

  • Keterbelakangan

Dari tempatnya yang tinggi kedua burung bangau itu melihat Dukuh Paruk sebagai sebuah gerumbul kecil di tengah padang yang amat luas. Dengan daerah pemukiman terdekat, Dukuh Paruk hanya dihubungkan oleh jaringan pematang sawah, hampir dua kilometer panjangnya. Dukuh Paruk, kecil dan menyendiri. (Paragraf 20)

  • Sunyi

Dua puluh tiga rumah berada dipedukuhan itu, dihuni oleh orang-orang seketurunan. (Paragraf 8)

Pelita-pelita kecil dinyalakan. Kelap-kelip di kejauhan membuktikan di Dukuh Paruk yang sunyi ada kehidupan manusia. (Paragraf 21)

  • Pantang Menyerah

Ketiganya mengusap telapak tangan masing-masing Dengan tekad terakhir mereka mencoba mencabut batang singkong itu kembali. (Paragraf 14)

  • Murah Hati

Rasus dan Warta mendapat dua buah, Darsun hanya satu. Taka ada protes. (Paragraf 17)

  •  Keakraban

Cahaya bulan menciptakan keakraban antara manusia dengan lingkup fitriyahnya. (Paragraf 22)


3. Budaya

  •  Memberikan Sesajen

Gumpalan abu kemenyan pada nisan kubur Ki Secamenggala membuktikan polah tingkah kebatinan orang Dukuh Paruk berpusat disana. (Paragraf 9)

4. Agama

  • Percaya Animisme

Semua orang Dukuh Paruk tahu Ki Secamenggala, moyang mereka, dahulu menjadi musuh kehidupan masyarakat. Tetapi mereka memujanya. Kubur Ki Secamenggala yang terletak di punggung bukit kecil di tengah dukuh paruk menjadi kiblat kehidupan kebatinan mereka.

( Dalam novel ini unsur keagamaanya tidak terlalu ditampakkan, karena novel tersebut banyak menceritakan tentang warga Dukuh Paruk dengan kekentalan budaya yang sangat mempercayai nenek moyang dan animisme dalam kehidupannya ).

Kesimpulan

Sebuah desa terpencil yang bernama duku paruk, sebuah pedesaan yang masih kental dengan tradisi serta adat, pedesaan itu bernama Dukuh Paruk. Keterbelakangan desa ini dapat disaksikan dengan melihat masyarakatnya yang masih bermasa bodoh dengan yang namanya pernikahan, mungkin itu bisa disebabkan juga pendidikan yang masih kurang dengan berbagai problematika yang ada didalamnya. Kita dapat banyak belajar mengenai wujud kesyukuran dan desa dan pemikiran yang tertinggal, sehingga dapat memetik berbagai pelajaran didalamnya agar kelak dimasa depan lebih cerah.


Sumber : https://www.itdakwah.com/2020/11/nilai-nilai-kehidupan-dalam-novel-ronggeng-dukuh-paruk.html

Selasa, 16 November 2021

SOAL ULANGAN KELAS X - BAHASA INDONESIA - SMKN 1 ROTA BAYAT

Assalamu'alaikum Anak-anakku tercinta kelas X. Bagaimana kabar kalian saat ini? semoga selalu sehat dan yang terpenting adalah bahagia :)

Yang di awal pembelajaran tadi belum berdoa, silakan berdoa terlebih dahulu supaya dalam kalian belajar bisa lancar dan barokah.

Baiklah, untuk pertemuan hari ini Ibu akan mengadakan ulangan harian, mencakup Bab 1 sampai 4 yaitu Teks Laporan Hasil Observasi, Teks Eksposisi, Teks Anekdot, dan Cerita Rakyat (Hikayat).

Silakan kerjakan ulangan ini dengan ikhlas dan semaksimal mungkin tanpa ada paksaan :)


Ketentuan:

1. Bagi siswa PTM : kerjakan di lembar kertas yang sudah disediakan guru lalu hasil jawaban langsung dikumpulkan kepada guru.

2. Bagi siswa PJJ : kerjakan di buku tulis masing-masing lalu hasil jawaban ulangan dikumpulkan di link https://forms.gle/uHbdfZNuqP4npV2SA


SOAL ULANGAN

1. Bacalah teks laporan hasil observasi pada buku paket bahasa indonesia halaman 9 - 11 berjudul Wayang.

Lalu jawablah pertanyaan di bawah ini!



2. Analisislah afiksasi yang terjadi pada kata yang berimbuhan di bawah ini!



3. Bacalah teks eksposisi pada buku paket bahasa indonesia halaman 56 - 57 berjudul Pembangunan dan Bencana Lingkungan.

Temukan 3 kalimat fakta dan 3 kalimat opini dari teks tersebut!



4. Teks anekdot dan humor ada persamaan yaitu sama-sama menimbulkan tawa. Sebutkan beberapa perbedaan antara anekdot dengan humor!



5. Dalam hikayat terdapat beberapa nilai yang terkandung di dalamnya. Sebut dan jelaskan nilai-nilai tersebut!



6. Buatlah teks eksposisi dengan tema Banjir di SMKN 1 ROTA Bayat. Tulislah minimal 3 paragraf yang lengkap dari struktur teksnya yaitu Tesis, Argumen, dan Penegasan!

Minggu, 14 November 2021

SOAL ULANGAN KELAS XII - BAHASA INDONESIA - SMKN 1 ROTA BAYAT

 Assalamu'alaikum Anak-anakku tercinta kelas XII. Bagaimana kabar kalian saat ini? semoga selalu sehat dan yang terpenting adalah bahagia :)

Yang di awal pembelajaran tadi belum berdoa, silakan berdoa terlebih dahulu supaya dalam kalian belajar bisa lancar dan barokah.

Baiklah, untuk pertemuan hari ini Ibu akan mengadakan ulangan harian, mencakup Bab 1 sampai 3 yaitu surat lamaran pekerjaa, menikmati novel, dan teks editorial.

Silakan kerjakan ulangan ini dengan ikhlas dan semaksimal mungkin tanpa ada paksaan :)


Ketentuan:

1. Bagi siswa PTM : kerjakan di lembar kertas yang sudah disediakan guru lalu hasil jawaban langsung dikumpulkan kepada guru.

2. Bagi siswa PJJ : kerjakan di buku tulis masing-masing lalu hasil jawaban ulangan dikumpulkan di link https://forms.gle/uHbdfZNuqP4npV2SA


SOAL ULANGAN

Bagian ini untuk soal nomer 1 - 5.

Dalam novel sejarah terdapat kebahasaan berupa makna kias. Di bawah ini ada 5 soal berkaitan dengan makna kias. Berikan penjelasan, apa makna yang terdapat dalam kata bercetak miring tersebut!











6. Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang berisi permohonan untuk bekerja di suatu lembaga, perusahaan, atau perseroan terbatas (PT), yang pada umumnya memiliki bagian-bagian berisi identitas diri, jasa yang dapat dilakukan, pendidikan, hingga keterangan keahlian, dan pengalaman.

Buatlah surat lamaran pekerjaan lengkap dengan daftar riwayat hidup menggunakan identitas dirimu masing-masing dengan tujuan melamar pekerjaan di instansi yang saat ini/ waktu lalu digunakan untuk PKL!

7. Bab Menikmati Cerita Sejarah yang dipelajari adalah Teks Cerita Sejarah dan Novel Sejarah.

Berikan penjelasan perbedaan antara teks cerita sejarah dengan novel sejarah!

8. Bacalah kutipan teks editorial di bawah ini kemuadian berikan argumen dan saran terhadap berita tersebut!



Kamis, 28 Oktober 2021

TEKS EDITORIAL

 A. PENGERTIAN

Teks editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (sedang menjadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat). Teks editorial disebut juga tajuk rencana. Teks editorial dapat diasumsikan sebgai institusi media massa terhadap peristiwa yang dibahas.


B. STRUKTUR TEKS EDITORIAL

Struktur Teks Editorial Dilihat dari isinya, editorial yang bersifat ekspositoris berisi tesis (pernyataan umum), diikuti oleh argumentasi-argumentasi secukupnya, dan diakhiri dengan penegasan ulang atas argumentasi-argumentasi tersebut. Ketiga unsur tersebut wajib hadir dalam teks editorial. Dengan demikian, struktur umum dari teks editorial meliputi pengenalan isu (tesis), argumentasi, dan penegasan. 

1. Pengenalan isu (tesis)

Pengenalan isu merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya adalah mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam bagian berikutnya. Pada bagian pengenalan isu disajikan peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial. 

2. Argumentasi

Argumentasi dalam teks editorial disebut juga sebagai penyampaian pendapat. Bagian ini merupakan bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi terhadap isu yang sudah diperkenalkan sebelumnya. 

3. Penegasan

Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran, atau rekomendasi. Di dalamnya juga terselip harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut.


CONTOH MENGANALISIS STRUKTUR TEKS EDITORIAL

Kado Tahun Baru 2014 dari Pertamina

    Pertamina mengirim kado tahun baru 2014 yang baik kepada masyarakat. Menaikkan harga elpiji tabung 12 kg lebih dari 50%. Akibatnya, sampai di tingkat konsumen harganya menjadi Rp125.000,00 hingga Rp130.000,00. Bahkan di lokasi yang relatif jauh dari pangkalan mencapai Rp150.000,00 hingga Rp200.000,00. 

    Sungguh kenaikan harga itu merupakan kata yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis. Masyarakat sebagai konsumen menjaditerkaget-kaget karena kenaikan harga tanpa didahului sosialisasi. Pertamina memutuskan secara sepihak seraya mengiringinya dengan alasan yang terkesan logis. Merugi Rp22 triliun selama 6 tahun sebagai dampak kenaikan harga di pasar internasional serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Kenaikan harga itu mengharuskan Presiden Republik Indonesia yang sedang melakukan kunjungan di Jawa Timur meminta Wakil Presiden menggelar rapat mendadak dengan para menteri terkait. Mendengarkan penjelasan Direksi Pertamina dan pandangan Menko Ekuin, yang kesimpulannya dilaporkan kepada Presiden. Berdasar kesimpulan rapat itulah, Presiden kemudian membuat keputusan harga elpiji 12 kg yang diumumkan pada Minggu kemarin.

    Kita mengapresiasi langkah cekatan pemerintah dalam mengapresiasi kenaikan harga elpiji non-subsidi 12 kg itu seraya mengiringinya dengan pertanyaan. Benarkah pemerintah tidak tahu atau tidak diberitahu mengenai rencan Pertamina menaikkan secara sewenang-wenang. Pertamina merupakan perusahaan negara yang diamanati undang-undang sebagai pengelola minyak dan gas bumi untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. rasanya mustahil kalau pemerintah, dalam hal ini Menko Ekuin dan Menteri BUMN tidak tahu, tidak diberitahu serta tidak dimintai pandangan, pendapat, dan pertimbangannya.

    Kalau dugaan kita yang seperti itu benar adanya, bisa saja di antara kita menengarai langkah pemerintah itu sebagai reaksi semu. Reaksi yang muncul sebagai bentuk kekagetan atas reaksi keras yang ditunjukkan pimpinan DPR RI, DPD RI, dan masyarakat luas. malah boleh jadi ada politisi yang mengkategorikannya sebagai reaksi yang cenderung bersifat pencitraan sehingga terbangun kesan bahwa pemerintah memperhatikan kesulitan sekaligus melindungi kebutuhan rakyat.

    Kita tidak bisa menerima sepenuhnya alasan merugi Rp22 triliun selama 6 tahun menjadi regulator elpiji sehingga serta-merta Pertamina menaikkan harga elpiji. Dalam peran dan tugasnya yang mulia inilah Pertamina tidak bisa semata-mata menjadikan harga pasar dunia sebagai kiblat dalam membuat keputusan. Sebab di sisi lain perusahaan memperoleh keuntungan besar atas hasil tambang minyak dan gas yang dieksploitasi dari perut bumi Indonesia.

    Keuntungan besar itulah yang seharusnya digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. caranya dengan mengambil atau menyisihkan sepersekian persen keuntungan untuk menyubsidi kebutuhan bahan bakar kalangan masyarakat menengah ke bawah. 


HASIL ANALISIS

1. Pengenalan Isu

     Pertamina mengirim kado tahun baru 2014 yang baik kepada masyarakat. Menaikkan harga elpiji tabung 12 kg lebih dari 50%. Akibatnya, sampai di tingkat konsumen harganya menjadi Rp125.000,00 hingga Rp130.000,00. Bahkan di lokasi yang relatif jauh dari pangkalan mencapai Rp150.000,00 hingga Rp200.000,00. 

2. Argumentasi

Sungguh kenaikan harga itu merupakan kata yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis. Masyarakat sebagai konsumen menjaditerkaget-kaget karena kenaikan harga tanpa didahului sosialisasi. Pertamina memutuskan secara sepihak seraya mengiringinya dengan alasan yang terkesan logis. Merugi Rp22 triliun selama 6 tahun sebagai dampak kenaikan harga di pasar internasional serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Kenaikan harga itu mengharuskan Presiden Republik Indonesia yang sedang melakukan kunjungan di Jawa Timur meminta Wakil Presiden menggelar rapat mendadak dengan para menteri terkait. Mendengarkan penjelasan Direksi Pertamina dan pandangan Menko Ekuin, yang kesimpulannya dilaporkan kepada Presiden. Berdasar kesimpulan rapat itulah, Presiden kemudian membuat keputusan harga elpiji 12 kg yang diumumkan pada Minggu kemarin.

    Kita mengapresiasi langkah cekatan pemerintah dalam mengapresiasi kenaikan harga elpiji non-subsidi 12 kg itu seraya mengiringinya dengan pertanyaan. Benarkah pemerintah tidak tahu atau tidak diberitahu mengenai rencan Pertamina menaikkan secara sewenang-wenang. Pertamina merupakan perusahaan negara yang diamanati undang-undang sebagai pengelola minyak dan gas bumi untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. rasanya mustahil kalau pemerintah, dalam hal ini Menko Ekuin dan Menteri BUMN tidak tahu, tidak diberitahu serta tidak dimintai pandangan, pendapat, dan pertimbangannya.

    Kalau dugaan kita yang seperti itu benar adanya, bisa saja di antara kita menengarai langkah pemerintah itu sebagai reaksi semu. Reaksi yang muncul sebagai bentuk kekagetan atas reaksi keras yang ditunjukkan pimpinan DPR RI, DPD RI, dan masyarakat luas. malah boleh jadi ada politisi yang mengkategorikannya sebagai reaksi yang cenderung bersifat pencitraan sehingga terbangun kesan bahwa pemerintah memperhatikan kesulitan sekaligus melindungi kebutuhan rakyat.

    Kita tidak bisa menerima sepenuhnya alasan merugi Rp22 triliun selama 6 tahun menjadi regulator elpiji sehingga serta-merta Pertamina menaikkan harga elpiji. Dalam peran dan tugasnya yang mulia inilah Pertamina tidak bisa semata-mata menjadikan harga pasar dunia sebagai kiblat dalam membuat keputusan. Sebab di sisi lain perusahaan memperoleh keuntungan besar atas hasil tambang minyak dan gas yang dieksploitasi dari perut bumi Indonesia.

3. Penegasan

Keuntungan besar itulah yang seharusnya digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. caranya dengan mengambil atau menyisihkan sepersekian persen keuntungan untuk menyubsidi kebutuhan bahan bakar kalangan masyarakat menengah ke bawah. 


C. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL

Kaidah kebahasaan teks editorial tergolong ke dalam kebahasaan yang berciri bahasa jurnalistik. Berikut ciri-ciri dari bahasa jurnalistik teks editorial.

1. Penggunaan kalimat retoris

Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan dimaksudkan agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan tersebut sehingga tergugah untuk berbuat sesuatu, atau minimal berubah pandangannya terhadap isu yang dibahas.

2. Penggunaan kata-kata populer

Penggunaan kata-kata populer digunakan digunakan dengan tujuan agar pembaca mudah mencerna, tetap merasa rilek meskipun membaca masalah yang serius dan dipenuhi dengan tanggapan yang kritis.

3. Penggunaan kata ganti penunjuk

Kata ganti penunjuk yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan.

4. Penggunaan konjungsi kausalitas

Konjungsi kausalitas diantaranya yaitu sebab, karena, sehingga, oleh sebab itu. Hal ini terkait dengan penggunaan sejumlah argumen yang dikemukakan redaktur berkenaan dengan masalah yang dikupasnya.


CONTOH MENGANALISIS KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL

Kado Tahun Baru 2014 dari Pertamina

    Pertamina mengirim kado tahun baru 2014 yang baik kepada masyarakat. Menaikkan harga elpiji tabung 12 kg lebih dari 50%. Akibatnya, sampai di tingkat konsumen harganya menjadi Rp125.000,00 hingga Rp130.000,00. Bahkan di lokasi yang relatif jauh dari pangkalan mencapai Rp150.000,00 hingga Rp200.000,00. 

    Sungguh kenaikan harga itu merupakan kata yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis. Masyarakat sebagai konsumen menjaditerkaget-kaget karena kenaikan harga tanpa didahului sosialisasi. Pertamina memutuskan secara sepihak seraya mengiringinya dengan alasan yang terkesan logis. Merugi Rp22 triliun selama 6 tahun sebagai dampak kenaikan harga di pasar internasional serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Kenaikan harga itu mengharuskan Presiden Republik Indonesia yang sedang melakukan kunjungan di Jawa Timur meminta Wakil Presiden menggelar rapat mendadak dengan para menteri terkait. Mendengarkan penjelasan Direksi Pertamina dan pandangan Menko Ekuin, yang kesimpulannya dilaporkan kepada Presiden. Berdasar kesimpulan rapat itulah, Presiden kemudian membuat keputusan harga elpiji 12 kg yang diumumkan pada Minggu kemarin.

    Kita mengapresiasi langkah cekatan pemerintah dalam mengapresiasi kenaikan harga elpiji non-subsidi 12 kg itu seraya mengiringinya dengan pertanyaan. Benarkah pemerintah tidak tahu atau tidak diberitahu mengenai rencan Pertamina menaikkan secara sewenang-wenang. Pertamina merupakan perusahaan negara yang diamanati undang-undang sebagai pengelola minyak dan gas bumi untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. rasanya mustahil kalau pemerintah, dalam hal ini Menko Ekuin dan Menteri BUMN tidak tahu, tidak diberitahu serta tidak dimintai pandangan, pendapat, dan pertimbangannya.

    Kalau dugaan kita yang seperti itu benar adanya, bisa saja di antara kita menengarai langkah pemerintah itu sebagai reaksi semu. Reaksi yang muncul sebagai bentuk kekagetan atas reaksi keras yang ditunjukkan pimpinan DPR RI, DPD RI, dan masyarakat luas. malah boleh jadi ada politisi yang mengkategorikannya sebagai reaksi yang cenderung bersifat pencitraan sehingga terbangun kesan bahwa pemerintah memperhatikan kesulitan sekaligus melindungi kebutuhan rakyat.

    Kita tidak bisa menerima sepenuhnya alasan merugi Rp22 triliun selama 6 tahun menjadi regulator elpiji sehingga serta-merta Pertamina menaikkan harga elpiji. Dalam peran dan tugasnya yang mulia inilah Pertamina tidak bisa semata-mata menjadikan harga pasar dunia sebagai kiblat dalam membuat keputusan. Sebab di sisi lain perusahaan memperoleh keuntungan besar atas hasil tambang minyak dan gas yang dieksploitasi dari perut bumi Indonesia.

    Keuntungan besar itulah yang seharusnya digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. caranya dengan mengambil atau menyisihkan sepersekian persen keuntungan untuk menyubsidi kebutuhan bahan bakar kalangan masyarakat menengah ke bawah.

HASIL ANALISIS

1. Penggunaan kalimat retoris

Benarkah pemerintah tidak tahu atau tidak diberi tahu mengenai rencana Pertamina menaikkan elpiji.

2. Penggunaan kata-kata populer

terkaget-kaget, pencitraan, dan menengarai 

3. Penggunaan kata ganti penunjuk

a. Sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis.

b. Berdasar simpulan rapat itulah, Presiden kemudian membuat keputusan harga elpiji 12 kg yang diumumkan pada hari Minggu kemarin.

c. Rasanya mustahil kalau pemerintah,dalam hal ini Menko Ekuin dan Menteri BUMN tidak tahu, tidak diberi tahu serta tidak dimintai pandangan, pendapat, dan pertimbangannya.

4. Penggunaan konjungsi kausalitas 

a. Masyarakat sebagai konsumen menjadi terkaget-kaget karena kenaikan tanpa didahului sosialisasi. 

b. Malah boleh jadi ada politisi yang mengkategorikannya sebagai reaksi yang cenderung bersifat pencitraan sehingga terbangun kesan bahwa pemerintah memperhatikan kesulitan sekaligus melindungi kebutuhan rakyat.


D. LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT TEKS EDITORIAL

1. Memilih topik

a. Pemilihan topik menjadi langkah pertama dalam penulisan teks editorial.

b. Pemilihan topik berkaitan dengan isu yang akan menjadi dasar penulisan editorial.

c. Isu yang akan diangkat perlu dipertimbangkan dan hal ini sesuai dengan kebijakan kita sebagai penulis dan pihak redaksi media.

d. Selain itu, pilihlah isu dengan topik yang menarik minat baca masyarakat dan berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas seperti tentang kekeringan yang dialami oleh berbagai daerah di Indonesia, kenaikan harga BBM, pembentukan kabinet dalam pemerintahan, dan sebagainya.

2. Mengumpulkan data

a. Opini yang ditulis dalam editorial perlu disertai dengan data pendukung berupa fakta yang berkaitan dengan isu yang ditulis dalam editorial.

b. Data pendukung tersebut dapat menjadi penguat opini dan memberikan penilaian yang objektif terhadap editorial yang kita tulis.

c. Jadi, isi tulisan tidak hanya sekadar opini saja.

d. Selain itu, teori dan pendapat ahli pun perlu dipaparkan agar pendapat yang kita tulis lebih berbobot.

3. Mengaitkan bagian-bagian editorial dan mengembangkannya

a. Penyusunan editorial dapat didiskusikan dengan anggota redaksi.

b. Diskusi tersebut perlu dilakukan agar dapat menghubungkan antara isu atau topik yang ditulis dengan sikap media.

c. Tidak hanya isu yang perlu disepakati bersama tetapi juga detail dan contoh yang akan diungkapkan dalam editorial tersebut.

d. Setelah itu, didiskusikan pula tentang opini yang akan disampaikan dan solusi yang akan diberikan dalam editorial.

e. Lalu dikembangkanlah teks editorial dengan memperhatikan hal-hal yang sudah didiskusikan tersebut. 


Sumber:

https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/151439-1600912192.pdf

Minggu, 10 Oktober 2021

KALIMAT AKTIF TRANSITIF DAN INTRANSITIF DALAM TEKS EKSPOSISI

Definisi kalimat aktif adalah kalimat yang mengandung makna subjek melakukan predikat. Umumnya subjek berada di depan predikat. Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjeknya aktif melakukan kegiatan atau aktifitas yang tertera dalam kalimat. Kalimat aktif memiliki predikat yang berupa kata kerja (verba).

Ciri-ciri kalimat aktif adalah subjeknya bertindak sebagai pelaku serta predikatnya umumnya berawalan me- atau ber-. Contoh kalimat aktif dapat kita temui dalam percakapan sehari-hari, bahkan kita mungkin sering mengucapkannya tanpa sengaja. Nah kali ini akan diulas apa saja contoh-contoh kalimat aktif baik yang bisa diubah menjadi kalimat pasif maupun yang tidak bisa.

Secara umum ada 2 jenis-jenis kalimat aktif yang berbeda satu sama lain, yakni kalimat aktif transitif dan kalimat aktif intransitif.

Kalimat Aktif Transitif

Pengertian kalimat aktif transitif adalah kalimat aktif yang predikatnya berupa verba yang memerlukan objek langsung (dilengkapi dengan objek) sehingga pola kalimatnya berbentuk S-P-O atau S-P-O-K. Kalimat aktif transitif dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif karena dilengkapi dengan objek dalam pola kalimatnya.

Ciri-ciri kalimat aktif transitif

  1. Menggunakan kata kerja transitif (kata kerjanya membutuhkan obyek)
  2. kalimatnya bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif
  3. biasanya kata kerjanya berimbuhan me- atau memper-

 Contoh kalimat aktif transitif;

  1. Pemerintah mengumumkan kenaikan tarif listrik (S – P – O)
  2. Hinda menyiram tanaman di taman depan rumah (S – P – O – Ket. Tempat)
  3. Menteri Kesehatan RI mengadakan kunjungan ke negera tetangga ( S – P – O – k tempat)
  4. Sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (S – P – O – K.waktu)
  5. Pemerintah menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat tidak mamp. (S – P – O – K. tujuan)

Kalimat Aktif Intransitif

Pengertian kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak dilengkapi dengan objek sehingga pola kalimatnya berbentuk S-P atau S-P-K atau S-P-Pelengkap. Kalimat aktif intransitif tidak dapat diubah ke dalam bentuk kalimat pasif karena tidak dilengkapi dengan objek dalam pola kalimatnya.

Ciri-ciri kalimat aktif intransitif

  1. Menggunakan kata kerja intransitif (kata kerjanya tidak membutuhkan obyek)
  2. Kalimatnya tidak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif
  3. Biasanya kata kerjanya berimbuhan ter-, ke-, ber-, ke-an

 Contoh kalimat intransitif

  1. Nizar menangis tersedu-sedu. (S – P – K)
  2. Semua siswa belajar dari rumah selama pandemi. (S – P – K)
  3. Petugas kesehatan bekerja penuh perjuangan. (S – P – K)
  4. Presiden berkunjung ke daerah bencana. (S – P – K)
  5. Para menteri berdialog melalui aplikasi jarak jauh. (S – P – K)
Sumber:
https://kelasmayaku.wordpress.com/2020/09/23/kalimat-aktif-transitif-dan-aktif-intransitif/

Minggu, 03 Oktober 2021

STRUKTUR TEKS EKSPOSISI DAN CONTOHNYA

Struktur Teks Eksposisi

Sebuah teks eksposisi pada umumnya memiliki tiga bagian struktur di dalamnya. Berikut struktur teks eksposisi. 

1. Tesis 

Berisi pernyataan penulis mengenai isu, masalah, atau pernyataan umum penulis terkait topik yang dibahas. Bagian ini berisi pemikiran penulis yang nantinya akan diperkuat oleh rangkaian argumen. 

2. Rangkaian Argumen

Bagian tersebut berisi argumen penulis yang mendukung tesis. Bagian ini juga menunjukkan fakta-fakta maupun data untuk memperkuat argumen. Intinya bagian argumen biasanya berisi pernyataan ahli, hasil penelitian, pernyataan umum, maupun gagasan dari sumber terpercaya. 

3.  Penegasan ulang pendapat

Berisi pernyataan ringkas dan kesimpulan terkait pendapat penulis yang sebelumnya dipaparkan. Bagian ini biasanya terletak di bagian akhir teks karena menyimpulkan topik yang dibahas. 


Contoh 1

(Tesis) Pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi covid-19. Namun, Orang yang pernah terinfeksi Covid-19 harus menunggu paling tidak tiga bulan untuk bisa mendapatkan vaksin. Hal tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan. 

(Argumen) Praktisi kesehatan, dr Andi Khomeini Takdir, mengatakan pertimbangan jangka waktu 3 bulan agar memastikan penyintas Covid-19 bisa sembuh total, sehingga pemberian vaksin bila dilakukan dengan aman. Antibodi seseorang pasca terinfeksi juga bisa bertahan 3 bulan. Meski ada juga yang antibodinya sudah turun sebelum tiga bulan. 

(Penegasan ulang pendapat) Oleh sebab itu, demi keamanan sebaiknya penyintas menunggu tiga bulan untuk mendapatkan vaksinasi. Hal tersebut sudah sesuai dengan saran tenaga kesehatan. 

Contoh 2

(Argumen) Banyak wanita yang masih menjadi korban kekerasan di Indonesia. 

(Tesis) Komnas Perempuan mencatat terdapat 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2020. Angka tersebut menurun signifikan dibandingkan laporan tahun lalu yang tercatat sebanyak 431.471 kasus.

(Penegasan ulang pendapat) Meski jumlahnya menurun, jumlah kasus kekerasan pada perempuan sepanjang 2020 masih memprihatinkan.


Sumber : 

https://www.suara.com/news/2021/09/07/174853/struktur-teks-eksposisi-beserta-contoh-paragrafnya?page=all

BELAJAR DARI BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa ke...