Senin, 15 Februari 2021

BERDEBAT DENGAN INDAH

Kamu pasti pernah mendengar kata ‘debat’. Bisa jadi, kamu pernah mendengarnya saat sedang ramai pemilihan presiden atau kepala daerah. 

Coba kalian simak video ini https://www.youtube.com/watch?v=plPEHmaBoX0

Setelah kalian melihat video di atas? apakah kalian sudah tahu apa yang dinamakan debat?


A. PENGERTIAN DEBAT

1. Menurut KBBI, debat adalah sebuah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

2. G. Sukandi berpendapat bahwa debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

3. Henry Guntur Tarigan mengartikan debat sebagai kegiatan saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

4. Asidi Dipodjojo memberi pengertian debat sebagai proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, serta memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan tersebut menjadi yakin dan berpihak kepadanya.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, debat dilakukan untuk mencapai kemenangan dari beradu argumen. Argumen yang paling logis, jelas, dan memiliki struktur teks debat yang baik, biasanya memenangkan perdebatan. Selain untuk mencapai kemenangan argumen, tujuan debat dilakukan juga untuk menguji kebenaran pemikiran mengenai suatu hal.

Selain tujuan, pelaksanaan debat juga memiliki beberapa fungsi, antara lain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan beradu argumen, berpikir kritis, serta mampu menghormati pendapat yang berbeda.


B. UNSUR DEBAT

1. Mosi

Mosi adalah pernyataan atau penentuan tentang suatu topik yang menjadi bahan debat. Mosi dapat disampaikan sebelum ataupun pada saat debat berlangsung.

Dalam menentukan mosi, pastikan mosi bersifat kontroversial, aktual, relevan, spesifik, dan bermanfaat.

2. Tim Afirmasi

Tim ini adalah pihak yang setuju dengan topik yang diperdebatkan (tim pro).

3. Tim Oposisi

Kebalikan dari tim afirmasi, tim ini adalah pihak yang tidak setuju dengan topik yang diperdebatkan (tim kontra).

4. Tim Netral:
Tim yang memberikan dua sisi argumen, baik dukungan maupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.

Kebalikan dari tim afirmasi, tim ini adalah pihak yang tidak setuju dengan topik yang diperdebatkan (tim kontra).

5. Moderator

Moderator akan berperan sebagai pihak yang memimpin, mengarahkan, dan mengatur jalannya debat. Moderator harus mampu menengahi kedua pihak.

6. Penonton/Juri

Penonton/juri memiliki peran sebagai penentu pemenang debat. Karena itu, penonton/juri harus memiliki wawasan yang sesuai dan mampu bersikap adil, bukan mendasarkan keputusannya pada pendapatnya sendiri.

7. Penulis/Sekretaris

Selama perdebatan berlangsung, penulis/sekretaris harus mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh kedua pihak.


C. MENYIMPULKAN HASIL DEBAT

1) Generalisasi
    Penarikan simpulan dengan cara generalisasi berpangkal pada pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus. Fenomena-fenomena khusus kemudian ditarik pernyataan yang bersifat general (umum).

Pernyataan Khusus :
 - Bahasa Indonesia menyerap kosakata dari bahasa Arab terutama yang berkaitan dengan masalah agama,terutama Agama Islam 
 - Contoh kosakata dari hasil penyerapan bahasa Arab adalah musyawarah, hak, salat, taubat
 - Bahasa Indonesia juga menyerap kosakata dan istilah bidang teknologi dari bahasa Jepang, Jerman, Korea.H asil penyerapan dari negara-negara tersebut antara lain komputer, gadget, televisi, internet, astronot.
 - Tak hanya itu Bahasa indonesia juga menyerap kata & istilah sekaligus budaya dari negara lain
 - Contoh kosakata hasil penyerapan yang terakhir ini antara lain : Karate, Bakso, Kimono, Dansa

2) Analogi

    Proses penarikan simpulan yang didasarkan atas perbandingna dua hal yang berbeda tetapi karena mempunyai kesamaan segi, fungsi/ciri kemudian keduanya di bandingkan (disamakan), kesamaan ke 2 nya inilah yang menjadi dasar penarikan kesimpulan.

Contoh : 

 - Orang tua mendidik kita dengan penuh kasih sayang
 - Disekolah para guru juga mendidik kita dengan penuh kasih sayang
  Kesimpulan :
 - Jadi dapat dikatakan bahwa para guru adalah orang tua kita di sekolah

 3) Sebab Akibat

     
Penarikan simpulan secara induktif berikutnya adalah sebab-akibat. Dalam pola penalaran ini sebab bisa menjadi gagasan utamanya sedangkan akibat menjadi gagasan penjelasnya. Namun, dapat juga terjadi sebaliknya. Beberapa sebab dapat menjadi gagasan penjelas sedangkan akibat menjadi gagaan utamanya. Dalam debat penarikan kesimpulan dilakukan setelah pernyataan pendapat dan argumen disampaikan lebih dulu maka pola yang kedua lebih tepat. Oleh karena itu akibat menjadi gagasan utama sedangkan sebab-sebabnya menjadi gagasan penjelas yang disampaikan lebih dulu.

Perhatikan contoh berikut ini.

Sebab-sebab :

  1. Konsep drainase saat ini dimaksudkan untuk mencegah yang diterapkan di seluruh pelosok tanah air saat ini untuk mencegah banjir.
  2. Konsep yang dipakai adalah konsep drainase konvensional, yaitu drainase “pengaturan kawasan”.
  3. Drainase konvensional adalah upaya membuang atau mengalirkan air kelebihan secepat-cepatnya ke sungai terdekat.
  4. Dalam konsep drainase konvensional, seluruh air hujan yang jatuh ke atau di suatu wilayah harus secepat-cepatnya dibuang ke sungai dan seterusnya mengalir ke laut.
  5. Orang sama sekali tidak berpikir apa yang akan terjadi di bagian hilir, jika semua air hujan dialirkan secepat-cepatnya ke sungai tanpa diupayakan agar air mempunyai waktu cukup untuk meresap ke dalam tanah.
  6. Konsep mengalirkan air secepatnya berarti pengatusan kawasan atau menurunkan kesempatan bagi air untuk meresap ke dalam tanah.

Akibat:
Akibatnya, banyak terjadi kekeringan di mana-mana sebab air tidak diberi kesempatan meresap ke dalam tanah.


Ayo, Coba Baca Contoh Teks Debat Ini!

Mosi: Larangan memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa

Pro: PR umumnya memberatkan siswa dan menyita waktu yang dimiliki siswa untuk bersosialisasi dengan anggota keluarga di rumah. Pada saat mengerjakan PR, siswa juga umumnya menyontek atau bekerja sama sehingga memberikan PR bagi siswa tidak efisien untuk dilakukan.

Kontra: PR adalah sarana bagi siswa untuk mengulang kembali pelajaran yang telah ia dapatkan di sekolah. Jika tidak mendapatkan PR, kebanyakan siswa tidak akan menyentuh buku-buku sekolah di rumah. Dengan begitu, memberikan PR sama dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan review atas pelajaran. Karenanya, membuka buku pada saat mengerjakan PR tidaklah sama dengan mencontek.

Pro: Pada kenyataannya, kehidupan siswa tidaklah melulu soal pelajaran di sekolah. Siswa juga membutuhkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya serta anggota keluarga di rumah. Adanya PR akan memberikan tekanan bagi siswa yang akhirnya merasa stres. Karena siswa pun akhirnya membuka buku saat mengerjakannya, PR menjadi tidak begitu fungsional.

Kontra: Ada banyak jenis PR yang dapat dipilih tenaga pendidik yang mengharuskan siswa untuk mengerjakannya sekaligus bersosialisasi, baik itu dengan teman sebayanya maupun dengan anggota keluarganya. Dewasa ini, tenaga pendidik punya banyak akses terhadap sumber yang dapat memberikan variasi kegiatan atau soal dalam PR yang tidak akan menekan siswa. Karena PR dikerjakan dengan kebebasan mengakses sumber-sumber lain, maka nilai yang didapatkan siswa dari PR juga akan membantunya.

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=plPEHmaBoX0
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/bahasa-indonesia/teks-debat-bahasa-indonesia-kelas-10/

https://www.masrafli.com/2019/07/cara-menarik-kesimpulan-debat.html

https://www.skokul.com/2482/menyimpulkan-hasil-debat/

3 komentar:

BELAJAR DARI BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa ke...