Minggu, 28 Februari 2021

CONTOH ARTIKEL BESERTA STRUKTURNYA

Berikut Ibu berikan contoh menulis artikel beserta struktur teksnya.
Kalian baca dan perhatikan baik-baik, bagian alinea yang merupakan tesis itu yang mana, kemudian bagian argumentasi yang mana, lalu yang terakhir bagian penegasan ulang itu yang mana.


Sebelum Ibu berikan contoh-contoh artikel, Ibu ulang kembali tentang Struktur Teks Artikel, sebagai berikut:

1. Tesis (Pembuka)

Tesis merupakan gagasan utama dari sebuah permasalahan yang didasarkan pada fakta. 

2. Argumentasi (Isi)

Argumentasi merupakan pendapat yang dikemukakan oleh penulis dalam bentuk penjelasan mendalam yang disertai temuan fakta.

3. Penegasan ulang (Penutup)

Penegasan ulang merupakan bentuk penjelasan ulang pendapat untuk memperkuat argumentasi yang juga harus disertai fakta.


CONTOH ARTIKEL BESERTA STRUKTURNYA

1. Pentingnya melakukan Peregangan Sebelum Olahraga

Peregangan sebelum berolahraga sangatlah penting. Tujuannya untuk menghindari cedera serius dan ketegangan pada tubuh.

Melakukan peregangan sebelum berolahraga memang memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Para ahli menyarankan jika sebaiknya peregangan dilakukan saat pagi hari, tepatnya sebelum memulai aktivitas fisik.

Bentuk peregangan yang paling mudah dan menyehatkan adalah berlari. Para ahli mengatakan jika berlari membawa dampak positif bagi orang yang melakukannya. Berlari dapat melatih kekuatan dan kesehatan otot jantung.

Bentuk peregangan mudah lainnya adalah dengan memutar kepala, tangan, pundak dan kaki searah jarum jam. Peregangan ini sangat mudah untuk dilakukan di mana saja tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk melakukannya.

Contoh bentuk peregangan lainnya adalah dengan melakukan squat. Squat dapat melatih banyak fungsi tubuh dalam satu gerakan serta melatih kekuatan sendi serta ligamen dalam tubuh.

Maka disarankan untuk tidak lupa melakukan peregangan sebelum berolahraga agar tubuh tetap sehat dan tidak mengalami cedera.

STRUKTURNYA:

Tesis:  Dalam contoh di atas, tesis berada di paragraf pertama karena gagasan utama dari permasalahan yang dibahas adalah dampak negatif jika tidak melakukan peregangan. 

Argumentasi:  Dalam contoh di atas, argumentasi berada di paragraf ketiga karena penulis menyampaikan pendapat jika berlari merupakan olahraga yang paling mudah dan menyehatkan. Pendapat dari penulis ini dibuktikan dengan perkataan dari para ahli.

Penegasan ulang:  Dalam contoh di atas, penegasan ulang berada di paragraf terakhir karena penulis ingin mengingatkan agar pembaca melakukan pemanasan sebelum berolahraga.


2. Mengapa masih suka buang sampah sembarangan?

Tiap tahunnya jumlah sampah atau limbah di Indonesia terus meningkat. Contohnya adalah limbah medis yang terus meningkat selama pandemi ini.

Membuang sampah sembarangan tidak hanya berdampak buruk untuk keindahan dan kebersihan lingkungan, namun juga berdampak buruk untuk kesehatan tubuh. Contohnya lingkungan menjadi lebih terlihat kumuh dan tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit menular.

Tampaknya masyarakat Indonesia masih suka membuang sampah sembarangan karena beranggapan akan ada orang yang membersihkan sisa sampah miliknya.

Seorang sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono mengatakan jika masyarakat Indonesia cenderung menganggap jika sampah yang dibuangnya secara sembarangan, bukan tanggung jawabnya karena ada orang yang bertugas untuk membersihkannya.

Salah satu cara untuk menghilangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah dengan membiasakan diri untuk bertanggung jawab dan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya.

Maka dari itu, ayo biasakan diri sendiri untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika ingin lingkungan sekitar kita tetap bersih dan indah serta kesehatan tubuh tetap terjaga.

STRUKTURNYA:

Tesis:  Dalam contoh di atas, tesis berada di paragraf pertama dan kedua. Karena gagasan utama dari permasalahan yang dibahas adalah tentang membuang sampah serta dampak buruknya untuk lingkungan dan kesehatan.

Argumentasi:  Dalam contoh di atas, argumentasi berada di paragraf ketiga. Karena penulis berpendapat jika masyarakat suka membuang sampah sembarangan karena beranggapan jika ada orang yang akan membersihkannya. Argumentasi dari penulis ini disertai dengan pendapat dari sosiolog tersebut.

Penegasan ulang:  Dalam contoh di atas, penegasan ulang berada di paragraf terakhir, yakni penulis ingin mengingatkan pembaca untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah tersedia.

Sumber:

https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/28/140503769/contoh-teks-artikel-dan-strukturnya?page=all

Selanjutnya, Ibu minta kalian untuk menuliskan judul artikel kalian di kolom komentar halaman web ini. Dengan format: Nama Lengkap_Kelas_Judul Artikel.
Contoh: Aulia Tri Asmawati_12Multimedia3_Kurangnya Kesadaran Masyarakat dalam Memakai Masker saat Pandemi Covid-19

Senin, 22 Februari 2021

CARA MERUMUSKAN MOSI DALAM DEBAT

Mosi dalam debat sama dengan topik dalam sebuah teks. Mosi menjadi dasar bagi pihak-pihak yang terlibat debat untuk menentukan sikap apakah mendukung atau menolak mosi. Berdasarkan mosi, semua pihak dapat menyiapkan argumen untuk mendukung pendapatnya tentang mosi.


Pada saat membuka debat, moderator bisa menyampaikan mosi yang didebatkan. Selain disampaikan oleh moderator, tak jarang anggota tim yang berdebat juga secara tersirat menyatakan opsi yang didebatkan.

Menentukan mosi yang didebatkan
1. Kutipan debat :
Menurut saya, tawuran antarpelajar tidak saja terjadi karena karakter anak-anak yang cenderung brutal. Lebih dari itu, tawuran terjadi karena anak-anak mendapat teladan yang kurang baik dari para pemimpin bangsa yang sibuk saling berebut kekuasaan dan saling menghujat. Televisi dan internet pun dengan bebas menyajikan berbagai aksi brutal yang membuat anak-anak tergoda untuk meniru.

Mosi :
Tawuran antarpelajar terjadi karena karakter anak yang cenderung brutal.

2. Kutipan debat :
Memang benar pendapat yang menyatakan bahwa bencana alam terjadi karena ulah manusia. Namun,
perlu diingat bahwa umur bumi yang makin tua juga menyebabkan terjadinya bencana alam bertubi-tubi. Perubahan iklim global ditambah ulah manusia yang merusak alam semakin memperparah bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini.


Mosi :
Bencana alam terjadi karena ulah manusia.

3. Kutipan debat :
Aksi brutal para suporter sepak bola yang sering terjadi akhir-akhir ini merupakan bukti bahwa masyarakat kita sedang ‘sakit.’ Masyarakat lelah dengan tuntutan kehidupan yang keras. Sepak bola yang seharusnya menjadi ajang untuk menumbuhkan sportivitas dan menjalin persatuan, justru menjadi pelampiasan rasa ‘tidak puas’ rakyat terhadap kehidupan. Imbauan pemimpin dan tindakan
tegas dari kepolisian terbukti tidak sanggup menghentikan aksi brutal para suporter sepak bola di tanah air. Tewasnya dua suporter bola di tanah air dalam bentrok antar suporter bola dalam laga Piala TNI baru-baru ini makin menguatkan dugaaan bahwa masyarakat kita sedang ‘sakit.’

Mosi :
Aksi brutal para suporter dikarenakan rasa ketidakpuasan masyarakat.

4. Kutipan debat :
Banyak masyarakat beranggapan bahwa perubahan cuaca menjadi penyebab seseorang gampang sakit. Padahal yang terjadi tidak seperti itu. Ketika fisik seseorang kehujanan, kelelahan, kemudian terkena kuman ia akan lebih mudah sakit. Artinya, sakit itu disebabkan oleh kuman, bukan perubahan cuaca.

Mosi :
Perubahan cuaca menjadi penyebab seseorang gampang sakit.

5. Kutipan debat :
Penolakan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak seharusnya terjadi. Sebaliknya, malah UNBK patut didukung. Selain dapat menekan penggunaan kertas dalam memepercepat penilaian hasil ujian secara akurat, juga dapat menekan angka kebocoran soal.

Mosi :
Penolakan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Sumber:
https://slwqueen.blogspot.com/2020/04/merumuskan-mosi-berdasarkan-isu-atau.html

Selasa, 16 Februari 2021

MENYAJIKAN GAGASAN MELALUI ARTIKEL

 A. PENGERTIAN ARTIKEL

1. Artikel adalah karangan berisi fakta dan opini yang dibuat untuk dipublikasikan di media cetak maupun media sosial. Artikel bertujuan untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan. Sebuah artikel dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembaca. (https://blog.ruangguru.com/pengertian-struktur-dan-jenis-artikel)

2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikel merupakan sebuah karya tulis lengkap, contohnya berita atau teks esai dalam majalah.

3. Menurut Tomi Rianto dalam Buku Cepat Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA (2019), teks artikel merupakan sebuah karya tulis lepas, berisikan opini atau pendapat penulis tentang isu permasalahan, bertujuan untuk memberi informasi, mempengaruhi, meyakinkan atau untuk menghibur pembaca.

4. Artikel adalah salah satu jenis tulisan yang berisi pendapat, pikiran, gagasan, atau kritik mengenai persoalan yang ada dan berkembang di tengah masyarakat. Isinya berupa pendapat penulis yang dimuat di media massa.

Berdasarkan fungsinya, artikel dapat dikatakan sebagai rangkaian teks berisi fakta dan opini dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan di media, baik media cetak, media sosial, maupun media online. Tujuan artikel biasanya untuk menyampaikan gagasan dilengkapi data dan fakta yang disajikan dalam bentuk tulisan agar dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur pembacanya.

Dalam penulisan artikel, topik atau tema yang disajikan dapat berupa opini terhadap suatu permasalahan dilengkapi dengan solusi atas permasalahan tersebut. Semua opini dan solusi yang disampaikan harus sesuai fakta dan data pendukung yang akurat.


B. FAKTA

        Fakta adalah keadaan atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi di kehidupan nyata. Kebenaran yang dikandung dalam fakta ini sudah terbukti dan terverifikasi. Oleh karena itu saat berhadapan dengan fakta, tidak ada orang yang bisa membantahnya. Misalnya, saat seseorang mengatakan bahwa matahari terbit dari timur, kita tidak bisa membantahnya karena hal itu benar-benar terjadi.

Fakta dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Fakta umum. Fakta umum merupakan fakta yang kebenarannya berlaku selamanya atau sepanjang zaman. Contohnya: Ikan bernafas dengan insang.
  2. Fakta khusus. Fakta khusus merupakan fakta yang kebenarannya bersifat sementara atau hanya berlaku dalam kurun waktu tertentu. Contohnya: Saat ini Anjar duduk di kelas 3 SMA 2 Negeri Semangus.

Dalam sebuah artikel, fakta biasanya didapat dari tiga sumber, yaitu:

  1. Fakta dari peristiwa yang benar-benar terjadi atau nyata.
  2. Fakta dari hasil riset sebuah lembaga atau seseorang yang kompeten di bidangnya.
  3. Fakta dari pendapat seseorang yang kompeten dan kredibel, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukannya terhadap sebuah peristiwa.

Dalam artikel, kita bisa dengan mudah membedakan kalimat fakta dengan memperhatikan ciri-cirinya. Ciri-ciri kalimat fakta:

  • Kalimat fakta berisi fakta yang kebenarannya yang dapat dibuktikan dan diverifikasi oleh siapa pun.
  • Kalimat fakta berisi informasi atau data yang akurat mengenai sebuah kejadian, seperti waktu kejadian dan lokasi kejadian.
  • Kalimat fakta bersifat objektif, artinya data yang ditampilkan benar-benar sesuai kenyataan, tidak dibuat-buat, tidak memihak, dan tidak dipengaruhi pandangan pribadi atau subjektivitas penulisnya. 
  • Kalimat fakta biasanya dapat menjawab 5W + 1H (what, where, when, who, why, dan how).
  • Kalimat fakta biasanya disertai data angka yang menunjukkan statistik atau jumlah sebenarnya dalam sebuah kejadian. Contohnya seperti dalam kalimat “Jumlah pasien virus corona COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 55 kasus pada Rabu (18/3/2020) malam. Hingga Kamis (19/3/2020) pukul 10.00 WIB hari ini, total pasien yang positif COVID-19 di Indonesia menjadi 227 kasus dengan 11 sembuh dan 19 meninggal”.


C. OPINI

Kalimat opini mengandung pendapat, pandangan, gagasan, sikap, saran atau solusi penulis terhadap sebuah masalah atau kejadian yang sedang dibahas dalam artikelnya. Sekalipun demikian, bila sebuah opini pada akhirnya terbukti kebenarannya, maka opini tersebut berubah menjadi fakta.

Opini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Opini individu atau perorangan. Opini ini merupakan gagasan atau opini yang dikemukakan oleh individu atau satu orang. Misalnya dalam kalimat “Sepertinya malam nanti akan hujan deras.”
  2. Opini umum. Opini yang kedua merupakan opini yang gagasan atau pendapatnya diakui oleh banyak orang. Misalnya dalam kalimat “Sering mandi di malam hari bisa menyebabkan rematik.”

Supaya dapat membedakan kalimat opini dari kalimat fakta, kamu bisa memperhatikan ciri-ciri kalimat opini berikut ini:

  • Kalimat opini tidak dapat atau belum dapat dibuktikan kebenarannya.
  • Kalimat opini bersifat subjektif, yang biasanya diikuti pendapat, saran, dan uraian yang menjelaskan pandangan penulis terhadap suatu masalah atau kejadian.
  • Kalimat opini didasarkan pendapat pribadi, tidak berdasarkan narasumber yang kompeten dan kredibel.
  • Kalimat opini berisi tanggapan penulis atas sebuah masalah atau kejadian.
  • Kalimat opini menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi.
  • Kalimat opini biasanya menggunakan kata-kata yang sifatnya tidak pasti. Contohnya, mungkin, rasanya atau sepertinya.
  • Kalimat opini juga biasanya menggunakan kata-kata yang sifatnya memberi saran atau solusi. Contohnya, seharusnya atau sebaiknya.


D. STRUKTUR ARTIKEL OPINI

1. Tesis (Pembuka)

Tesis merupakan gagasan utama dari sebuah permasalahan yang didasarkan pada fakta. 

2. Argumentasi (Isi)

Argumentasi merupakan pendapat yang dikemukakan oleh penulis dalam bentuk penjelasan mendalam yang disertai temuan fakta.

3. Penegasan ulang (Penutup)

Penegasan ulang merupakan bentuk penjelasan ulang pendapat untuk memperkuat argumentasi yang juga harus disertai fakta



E. UNSUR KEBAHASAAN ARTIKEL OPINI DAN BUKU ILMIAH

  1. Kata keterangan, biasanya digunakan untuk mengekspresikan sikap penulis agar dapat meyakinkan pembaca.
  2. Kalimat aktif, merupakan kalimat yang subjeknya aktif menerangkan sesuatu. Contoh: Kamu sedang asyik membaca buku.
  3. Menggunakan kata penghubung atau konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh karena itu, namun, dan sebagainya.
  4. Menggunakan kata kerja mental, material, dan relasional. Contoh: khawatir (kata kerja mental), menulis (kata kerja material), merupakan (kata kerja relasional).
  5. Menggunakan banyak kosa kata dan istilah agar tulisan lebih menarik dan berkualitas.


F. CARA MENULIS TEKS ARTIKEL BAHASA INDONESIA

1. Menentukan Topik atau Tema 

Hal pertama dan terpenting dalam menulis artikel adalah menentukan topik. Kamu harus memilih topik yang spesifik dan mengambil  permasalahan yang kamu kuasai agar memudahkan kamu untuk mengembangkannya. Kamu bisa memilih topik dari permasalahan di sekitar kamu, misalnya tentang lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi.

2. Menentukan Judul

Buatlah judul semenarik mungkin karena judul adalah hal yang paling pertama dilihat oleh pembaca. Kamu bisa memilih judul yang bersifat formal, humor, atau judul menarik yang mengundang rasa penasaran pembaca.

3. Merumuskan Ide atau Gagasan

Ada banyak cara untuk mendapatkan ide artikel, Misalnya, dari pengalamanan pribadi, bidang atau keahlian yang kamu kuasai, kegiatan sehari-hari, dan sebagainya. Setelah menemukan ide, mulai tuangkan ide-ide tersebut dalam tulisan artikel.

4. Tentukan Tujuan Penulisan

Pastikan pembaca dapat mengidentifikasi alasan atau tujuan kamu membuat artikel. Biasanya, tujuan penulisan artikel disampaikan secara tersirat. Tujuannya bisa bersifat mengajak, menghibur, menginformasikan, atau bahkan mengekspresikan sesuatu hal kepada pembaca.

5. Menyusun dan Mengembangkan Kerangka Artikel 

Setelah menentukan topik atau tema artikel serta tujuan penulisan, langkah berikutnya adalah menyusun kerangka artikel. Caranya dengan menulis poin-poin penting yang akan disusun di artikel kamu. Setelah itu, kembangkan poin-poin tersebut menjadi tulisan yang menarik.

6. Mengumpulkan Bahan 

Dalam mengembangkan kerangka menjadi tulisan yang menarik, kamu pasti memerlukan bahan dan referensi. Maka dari itu, pastikan kamu mencari referensi dan sumber yang sesuai dengan topik sebanyak-banyaknya. Temukan sumber dan referensi yang disertai data-data akurat agar artikel kamu bisa semakin berkualitas.

7. Membaca Ulang Artikel dan Lakukan Revisi

Setelah artikel selesai ditulis, bacalah ulang artikel tersebut. Membaca ulang artikel bisa memudahkan kamu menemukan kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin terjadi dan mengoreksinya. Contohnya, kesalahan penulisan kata, tanda baca, relevansi kaidah kebahasaan artikel, dan masih banyak lagi.


CONTOH ARTIKEL SINGKAT

Supaya semakin paham tentang materi teks artikel bahasa Indonesia, berikut adalah contoh artikel pendidikan yang bisa kalian pelajari.

Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia membawa dampak serius pada segala aspek kehidupan. Satu di antara dampak pandemi tersebut yaitu perubahan aktivitas belajar mengajar menjadi sistem pembelajaran daring (online learning).

Pembelajaran daring ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 agar tidak semakin meluas. Program ini dilakukan oleh semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

Dalam pelaksanaannya, program pembelajaran daring ini ternyata banyak menemui kendala. Satu di antara kendala yang paling sering ditemui adalah, keterbatasan fasilitas penunjang belajar online. 

Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua siswa memiliki fasilitas penunjang untuk pembelajaran daring, seperti ponsel, laptop, maupun paket data internet. Kendala seperti itu banyak muncul di kalangan orang tua siswa yang memiliki tingkat ekonomi kelas bawah. Banyak di antara mereka merasa tidak mampu menyediakan fasilitas belajar online yang tepat untuk anaknya.

Tak hanya itu, jika dibiarkan lebih lama, kendala ini bahkan berpotensi mengakibatkan peningkatan angka putus sekolah. Lembaga sosial dunia, UNICEF menyebutkan, setidaknya ada 938 anak putus sekolah akibat pandemi Covid-19. Angka tersebut banyak ditemukan pada daerah-daerah yang termasuk zona merah dalam penyebaran Covid-19.

Menyikapi permasalahan ini, pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana sekitar Rp 5,6 triliun sebagai bantuan untuk menanggulangi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Harapannya, bantuan tersebut dapat tersebar merata di semua kalangan masyarakat yang membutuhkan agar mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memastikan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak mereka.

Pemerintah sebenarnya juga perlu memerhatikan nasib para guru, terutama guru swasta dan guru honorer, karena selama pembelajaran daring, banyak di antara mereka yang pendapatannya menurun. Agar sistem pendidikan di Indonesia tetap berjalan efektif selama pandemi, pemerintah harus bekerja ekstra untuk mencari solusi agar kendala di bidang pendidikan maupun ekonomi dapat segera teratasi.


Sumber:

https://blog.ruangguru.com/pengertian-struktur-dan-jenis-artikel

https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/28/135028669/teks-artikel-pengertian-ciri-ciri-jenis-struktur-dan-kebahasaan?page=all

https://pahamify.com/blog/membedakan-fakta-dan-opini-dalam-artikel/

https://pahamify.com/blog/cara-menulis-teks-artikel-bahasa-indonesia/

Senin, 15 Februari 2021

BERDEBAT DENGAN INDAH

Kamu pasti pernah mendengar kata ‘debat’. Bisa jadi, kamu pernah mendengarnya saat sedang ramai pemilihan presiden atau kepala daerah. 

Coba kalian simak video ini https://www.youtube.com/watch?v=plPEHmaBoX0

Setelah kalian melihat video di atas? apakah kalian sudah tahu apa yang dinamakan debat?


A. PENGERTIAN DEBAT

1. Menurut KBBI, debat adalah sebuah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

2. G. Sukandi berpendapat bahwa debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

3. Henry Guntur Tarigan mengartikan debat sebagai kegiatan saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

4. Asidi Dipodjojo memberi pengertian debat sebagai proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, serta memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan tersebut menjadi yakin dan berpihak kepadanya.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, debat dilakukan untuk mencapai kemenangan dari beradu argumen. Argumen yang paling logis, jelas, dan memiliki struktur teks debat yang baik, biasanya memenangkan perdebatan. Selain untuk mencapai kemenangan argumen, tujuan debat dilakukan juga untuk menguji kebenaran pemikiran mengenai suatu hal.

Selain tujuan, pelaksanaan debat juga memiliki beberapa fungsi, antara lain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan beradu argumen, berpikir kritis, serta mampu menghormati pendapat yang berbeda.


B. UNSUR DEBAT

1. Mosi

Mosi adalah pernyataan atau penentuan tentang suatu topik yang menjadi bahan debat. Mosi dapat disampaikan sebelum ataupun pada saat debat berlangsung.

Dalam menentukan mosi, pastikan mosi bersifat kontroversial, aktual, relevan, spesifik, dan bermanfaat.

2. Tim Afirmasi

Tim ini adalah pihak yang setuju dengan topik yang diperdebatkan (tim pro).

3. Tim Oposisi

Kebalikan dari tim afirmasi, tim ini adalah pihak yang tidak setuju dengan topik yang diperdebatkan (tim kontra).

4. Tim Netral:
Tim yang memberikan dua sisi argumen, baik dukungan maupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.

Kebalikan dari tim afirmasi, tim ini adalah pihak yang tidak setuju dengan topik yang diperdebatkan (tim kontra).

5. Moderator

Moderator akan berperan sebagai pihak yang memimpin, mengarahkan, dan mengatur jalannya debat. Moderator harus mampu menengahi kedua pihak.

6. Penonton/Juri

Penonton/juri memiliki peran sebagai penentu pemenang debat. Karena itu, penonton/juri harus memiliki wawasan yang sesuai dan mampu bersikap adil, bukan mendasarkan keputusannya pada pendapatnya sendiri.

7. Penulis/Sekretaris

Selama perdebatan berlangsung, penulis/sekretaris harus mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh kedua pihak.


C. MENYIMPULKAN HASIL DEBAT

1) Generalisasi
    Penarikan simpulan dengan cara generalisasi berpangkal pada pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus. Fenomena-fenomena khusus kemudian ditarik pernyataan yang bersifat general (umum).

Pernyataan Khusus :
 - Bahasa Indonesia menyerap kosakata dari bahasa Arab terutama yang berkaitan dengan masalah agama,terutama Agama Islam 
 - Contoh kosakata dari hasil penyerapan bahasa Arab adalah musyawarah, hak, salat, taubat
 - Bahasa Indonesia juga menyerap kosakata dan istilah bidang teknologi dari bahasa Jepang, Jerman, Korea.H asil penyerapan dari negara-negara tersebut antara lain komputer, gadget, televisi, internet, astronot.
 - Tak hanya itu Bahasa indonesia juga menyerap kata & istilah sekaligus budaya dari negara lain
 - Contoh kosakata hasil penyerapan yang terakhir ini antara lain : Karate, Bakso, Kimono, Dansa

2) Analogi

    Proses penarikan simpulan yang didasarkan atas perbandingna dua hal yang berbeda tetapi karena mempunyai kesamaan segi, fungsi/ciri kemudian keduanya di bandingkan (disamakan), kesamaan ke 2 nya inilah yang menjadi dasar penarikan kesimpulan.

Contoh : 

 - Orang tua mendidik kita dengan penuh kasih sayang
 - Disekolah para guru juga mendidik kita dengan penuh kasih sayang
  Kesimpulan :
 - Jadi dapat dikatakan bahwa para guru adalah orang tua kita di sekolah

 3) Sebab Akibat

     
Penarikan simpulan secara induktif berikutnya adalah sebab-akibat. Dalam pola penalaran ini sebab bisa menjadi gagasan utamanya sedangkan akibat menjadi gagasan penjelasnya. Namun, dapat juga terjadi sebaliknya. Beberapa sebab dapat menjadi gagasan penjelas sedangkan akibat menjadi gagaan utamanya. Dalam debat penarikan kesimpulan dilakukan setelah pernyataan pendapat dan argumen disampaikan lebih dulu maka pola yang kedua lebih tepat. Oleh karena itu akibat menjadi gagasan utama sedangkan sebab-sebabnya menjadi gagasan penjelas yang disampaikan lebih dulu.

Perhatikan contoh berikut ini.

Sebab-sebab :

  1. Konsep drainase saat ini dimaksudkan untuk mencegah yang diterapkan di seluruh pelosok tanah air saat ini untuk mencegah banjir.
  2. Konsep yang dipakai adalah konsep drainase konvensional, yaitu drainase “pengaturan kawasan”.
  3. Drainase konvensional adalah upaya membuang atau mengalirkan air kelebihan secepat-cepatnya ke sungai terdekat.
  4. Dalam konsep drainase konvensional, seluruh air hujan yang jatuh ke atau di suatu wilayah harus secepat-cepatnya dibuang ke sungai dan seterusnya mengalir ke laut.
  5. Orang sama sekali tidak berpikir apa yang akan terjadi di bagian hilir, jika semua air hujan dialirkan secepat-cepatnya ke sungai tanpa diupayakan agar air mempunyai waktu cukup untuk meresap ke dalam tanah.
  6. Konsep mengalirkan air secepatnya berarti pengatusan kawasan atau menurunkan kesempatan bagi air untuk meresap ke dalam tanah.

Akibat:
Akibatnya, banyak terjadi kekeringan di mana-mana sebab air tidak diberi kesempatan meresap ke dalam tanah.


Ayo, Coba Baca Contoh Teks Debat Ini!

Mosi: Larangan memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa

Pro: PR umumnya memberatkan siswa dan menyita waktu yang dimiliki siswa untuk bersosialisasi dengan anggota keluarga di rumah. Pada saat mengerjakan PR, siswa juga umumnya menyontek atau bekerja sama sehingga memberikan PR bagi siswa tidak efisien untuk dilakukan.

Kontra: PR adalah sarana bagi siswa untuk mengulang kembali pelajaran yang telah ia dapatkan di sekolah. Jika tidak mendapatkan PR, kebanyakan siswa tidak akan menyentuh buku-buku sekolah di rumah. Dengan begitu, memberikan PR sama dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan review atas pelajaran. Karenanya, membuka buku pada saat mengerjakan PR tidaklah sama dengan mencontek.

Pro: Pada kenyataannya, kehidupan siswa tidaklah melulu soal pelajaran di sekolah. Siswa juga membutuhkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya serta anggota keluarga di rumah. Adanya PR akan memberikan tekanan bagi siswa yang akhirnya merasa stres. Karena siswa pun akhirnya membuka buku saat mengerjakannya, PR menjadi tidak begitu fungsional.

Kontra: Ada banyak jenis PR yang dapat dipilih tenaga pendidik yang mengharuskan siswa untuk mengerjakannya sekaligus bersosialisasi, baik itu dengan teman sebayanya maupun dengan anggota keluarganya. Dewasa ini, tenaga pendidik punya banyak akses terhadap sumber yang dapat memberikan variasi kegiatan atau soal dalam PR yang tidak akan menekan siswa. Karena PR dikerjakan dengan kebebasan mengakses sumber-sumber lain, maka nilai yang didapatkan siswa dari PR juga akan membantunya.

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=plPEHmaBoX0
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/bahasa-indonesia/teks-debat-bahasa-indonesia-kelas-10/

https://www.masrafli.com/2019/07/cara-menarik-kesimpulan-debat.html

https://www.skokul.com/2482/menyimpulkan-hasil-debat/

BELAJAR DARI BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa ke...