Minggu, 15 Agustus 2021

TEKS CERITA SEJARAH

 TEKS CERITA SEJARAH

1.      Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan suatu rangkaian terjadinya peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari manusia.

     Referensi tentang teks cerita sejarah bisa kalian simak di link https://www.youtube.com/watch?v=AVcceJzV5XM dan https://www.youtube.com/watch?v=2l6fpbhK_Dw

2.      Dalam teks cerita sejarah terdapat 4 fungsi sejarah adalah sebgai berikut :
*Fungsi rekreatif, artinya sejarah dapat memberikan perasaan senang atau gembira kepada penikmatnya.
*Fungsi inspiratif, artinya dengan mempelajari sejarah kita dapat mengembangkan inspirasi, imajinasi dan kreativitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
*Fungsi instruktif, artinya sejarah dapat dijadikan alat bantu dalam proses pembelajaran.
*Fungsi edukatif, artinya nilai nilai sejarah dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar menjadi pribadi yang arif dan bijaksana

3.      Struktur teks cerita sejarah
a. Orientasi, ialah bagian yang menunjukan awal kejadian cerita atau latar belakang terjadinya peristiwa.
b. Komplikasi, ialah kondisi saat mulai timbul konflik antara tokoh utama dan tokoh yang lain.
c. Solusi, merupakan kondisi ketika konflik mulai menurun dan mengarah pada tuntutan terhadap suatu hal terutama dari pelaku utama.
d. Reorientasi, merupakan penutup cerita dengan akhir cerita sesuai dengan kronologis yang dipaparkan.

4.      Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah
a. Menggunakan kata benda atau kata ganti
b. Menggunakan tokoh sentral
c. Menggunakan kata sifat yang menjelaskan frasa nomina
d. Menggunakan kata hubungvatau konjungsi
e. Menggunakan kata yang menggambarkan kejadian masa lampau
f. Menggunakan frasa adverbial

5.      Kaidah teks cerita sejarah
*Adanya rangkaian peristiwa (bahwa ada alasan logis dari terjadinya setiap peristiwa dan berkaiatan satu sama lain)
*Adanya kesatuan tindakan
*Adanya proses (tahapan pendahuluan, perkembangan dan penutup)
*Adanya hubungan kausal dalam suatu konflik yang membentuk struktur cerita secara keseluruhan.

6.      Teks cerita sejarah dibedakan menjadi 2 yaitu teks cerita sejarah fiksi (fable,novel,mite) dan non fiksi (riwayat hidup dan biografi).
7.      Untuk menganalisis teks cerita sejarah, adapun criteria criteria yang diperhatikan. Kriteria yang digunakan untuk menganalisis teks cerita sejarah berupa fakta adalah sebagai berikut :
a. Struktur teks
b. Bahasa yang digunakan
c. Teknik penulisan
d. Makna yang terdapat didalamnya

Kriteria yang digunakan untuk menganalisis teks cerita sejarah berupa fiksi adalah sebagi berikut :
a. Tema                        e. Sudut pandang
b. Alur                          f. Majas/bahasa yang digunakan
c.Penokohan                g.Nilai didik atau amanat
d. Latar


8.      Langkah langkah untuk menyunting teks cerita sejarah :
1.      Membaca ulang naskah secara keseluruhan.
2.      Membetulkan penulisan jika terdapat kesalahan dalam penulisan.
3.      Mengganti kata kata yang tepat jika pemilihan katanya tidak sesuai.
4.      Menambah atau mengurangi bagian sesuai dengan draf yang telah disiapkan sebelumnya.


9.      Langkah langkah penyuntingan teks narasi fiksi :
1. Isi yaitu hal hal yang disampaikan secara menyeluruh.
2. Bahasa yaitu berupa penalaran, penggunaan tanda baca dan ketepatan kalimat.
3. Estetika yaitu berupa kesatuan pelaku pada teks tersebut.
4. Unsur intrinsic yaitu menganalisis dari unsure pembentuk teks.

10.  Langkah langkah penyuntingan teks narasi berupa fakta :
1. Penggunaan ejaan
2. Sistematika penyajian sesuai dengan struktur teks
3. Bahasa yang mencangkupi keefektifan kalimat dan kelogisannya


11.  Cara mengabtraksi teks cerita sejarah :
1. Membaca teks narasi fiksi secara keseluruhan.
2. Mencatatvatau menulis pokok pokok isi.
3. Melengkapi pokok pokok cerita dengan teks yang lebih ringkas.
4. Menulis kembali ringkasan.
5. Mengecek apakah sipnosis sudah menyeluruh tanpa meninggalkan ide pokok. 


Contoh Teks Sejarah Non Fiksi

Kekalahan Kerajaan Malaka

Pengenalan

Malaka merupakan salah satu pusat perdagangan rempah di Asia yang sangat besar dan ramai. Kapal-kapal perdagangan dari Gujarat, Bengali, Persia, dan Negara lainnya berdatangan ke Malaka untuk berdagang. Hal tersebut menjadikan kerajaan Malaka semakin makmur dan berkembang.

Namun, hal tersebut pula yang menyebabkan negara lain tertarik dengan potensi yang dapat dihasilkan oleh jalur perdagangan Malaka. Salah satu negara yang tertarik adalah Portugis. Maka Portugis pun merencanakan dan melakukan ekspedisi laut menuju Malaka.

Pengungkapan Peristiwa (berisi: konflik & komplikasi)

Konflik

Kedatangan Portugis ke wilayah Malaka langsung menimbulkan kecurigaan rakyat Malaka. Hal tersebut dikarenakan mereka datang berbondong-bondong atas nama negaranya, bukan atas nama perseorangan seperti pedagang lainnya. Pedagang tidak mungkin membawa armada sebesar dan sekokoh itu untuk melakukan transaksi jual beli di tanah nusantara.

Kapal-kapal yang berdatangan pun bukan kapal sembarangan apalagi kapal dagang. Kapal yang mereka bawa ke perwira Malaka merupakan kapal perang yang diperlengkapi dengan meriam-meriam besar yang siap untuk ditembakkan kapan saja.

Armada Portugis yang datang pertama kalinya di perairan Malaka dipimpin oleh Diego Lopez de Sequcira. Mereka datang dengan alasan untuk berdagang ,bahkan pimpinan mereka pun datang meminta izin kepada Sultan Mahmud Syah. Namun permintaan tersebut ditolak karena rakyat dan Sultan Mahmud Syah telah mengetahui tujuan sebenarnya dari Portugis. Yakni, untuk menguasai jalur perdagangan di perairan Malaka.

Komplikasi

Akhirnya, rakyat Malaka yang curiga  segera menyerang armada Portugis. Kemudian, serangan tersebut dijadikan alasan oleh Albuquerque, pemimpin pasukan Portugis, untuk mengadakan serangan balasan. Perang berlangsung  dengan cukup lama, sangat dahsyat dan menelan banyak korban di kedua belah pihak.

Penutup

Pertempuran demi pertempuran dilalui dan pada akhirnya Kerajaan Malaka tidak mampu menahan serangan Portugis yang bertubi-tubi. Sayangnya kerajaan dan rakyat Malaka tidak dapat berkutik karena harus menghadapi persenjataan Portugis yang jauh lebih modern.

Pada akhirnya Malaka berhasil ditaklukkan oleh Portugis pada tahun 1511. Sultan Malaka terpaksa melarikan diri ke Pulau Bintan. Meskipun begitu, perlawanan rakyat Malaka tidak berhenti  disana saja. Perlawanan rakyat terus berjalan meskipun dalam skala kecil dan bersifat local saja.


Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi

Garis Keturunan Tingkir

Bukit Borobudur tampak lebih muram dari biasanya. Di tepian jalannya terlihat sosok seorang pemuda yang sedang berjalan menuju ke jalan setapak. Jalan setapak yang akan membawanya ke sungai yang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk mencuci dan membersihkan diri.

Pemuda itu tampak bermuram pula, mengenakan selempang yang menopang belati kecil dan keris di punggungnya. Langkah kecil kaki pemuda itu akhirnya mengantarnya ke tepian sungai tujuannya. Ia kemudian lekas melepas alas kakinya dan duduk di atas batu lalu mencemplungkan kakinya ke dalam riak air sungai.

Konflik

Namun, tanpa sepengetahuannya, dua orang asing tengah membuntutinya dari semenjak ia melewati bukit Borobudur. Kedua orang itu tampak mengendap-endap dan memperhatikan setiap gerak-gerik pemuda muram itu. Mereka berdua adalah Arya Penangsang dan Ken Arok, utusan dari kerajaan.

Mereka berdua ditugaskan untuk membuntuti orang-orang mencurigakan yang baru menginjakkan kakinya di tanah Jawa. Ketika pemuda itu tengah melepaskan sabuk pinggang dan perlengkapan kesatrianya, dua orang mencurigakan itu pun lekas bereaksi.

Klimaks/Komplikasi

“Pusaka dan jimatnya sedang dilepas, saya pikir ini adalah kesempatan kita kisanak” bisiknya. Arya Penangsang hanya membalasnya dengan anggukan kepala. Tak lama mereka berdua berlari dan berusaha menerkam pemuda itu dengan ajian mematikan. Namun, seketika itu pula petir menyambar dan mereka berdua terpental jauh ke belakang.

“Ajian apa ini?” Arya Penangsang bertanya sambil menahan kesakitan. “Tidak mungkin, “ balas Ken Arok. “Ia mampu mengeluarkan ajian tanpa jimat apalagi pusaka” Arya Penangsang keheranan. “Apakah menurut kisanak juga, ia adalah…”. “Ya, tidak salah lagi, ia pasti garis keturunan sakti”. “Tapi keturunan siapa ki?”  Ken Arok bertanya kembali. “Petir sebesar itu, hanya keturunan sakti Jaka Tingkir yang mampu mengeluarkannya”.

Penutup

Tanpa panjang lebar mereka berdua memutuskan untuk berlari menjauh dari pemuda itu. Pemuda yang ternyata merupakan darah keturunan sakti dari Jaka Tingkir. Mereka berdua berhasil melarikan diri dan membawa berita mengenai keberadaan garis keturunan Jaka Tingkir ke kerajaan. Dapat ditebak bahwa penyerangan ini bukanlah upaya akhir dari usaha penaklukan semua garis keturunan sakti oleh Majapahit.


Sumber:
http://ringmat.blogspot.com/2016/10/rangkuman-materi-tentang-teks-cerita.html
https://www.youtube.com/watch?v=2l6fpbhK_Dw
https://www.youtube.com/watch?v=AVcceJzV5XM
https://serupa.id/contoh-teks-cerita-sejarah-beserta-strukturnya-bermacam-tema/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BELAJAR DARI BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa ke...