TEKS CERITA SEJARAH
*Fungsi rekreatif, artinya sejarah dapat memberikan perasaan senang atau gembira kepada penikmatnya.
*Fungsi inspiratif, artinya dengan mempelajari sejarah kita dapat mengembangkan inspirasi, imajinasi dan kreativitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
*Fungsi instruktif, artinya sejarah dapat dijadikan alat bantu dalam proses pembelajaran.
*Fungsi edukatif, artinya nilai nilai sejarah dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar menjadi pribadi yang arif dan bijaksana
a. Orientasi, ialah bagian yang menunjukan awal kejadian cerita atau latar belakang terjadinya peristiwa.
b. Komplikasi, ialah kondisi saat mulai timbul konflik antara tokoh utama dan tokoh yang lain.
c. Solusi, merupakan kondisi ketika konflik mulai menurun dan mengarah pada tuntutan terhadap suatu hal terutama dari pelaku utama.
d. Reorientasi, merupakan penutup cerita dengan akhir cerita sesuai dengan kronologis yang dipaparkan.
a. Menggunakan kata benda atau kata ganti
b. Menggunakan tokoh sentral
c. Menggunakan kata sifat yang menjelaskan frasa nomina
d. Menggunakan kata hubungvatau konjungsi
e. Menggunakan kata yang menggambarkan kejadian masa lampau
f. Menggunakan frasa adverbial
*Adanya rangkaian peristiwa (bahwa ada alasan logis dari terjadinya setiap peristiwa dan berkaiatan satu sama lain)
*Adanya kesatuan tindakan
*Adanya proses (tahapan pendahuluan, perkembangan dan penutup)
*Adanya hubungan kausal dalam suatu konflik yang membentuk struktur cerita secara keseluruhan.
a. Struktur teks
b. Bahasa yang digunakan
c. Teknik penulisan
d. Makna yang terdapat didalamnya
Kriteria yang digunakan untuk menganalisis teks cerita sejarah berupa fiksi adalah sebagi berikut :
a. Tema e. Sudut pandang
b. Alur f. Majas/bahasa yang digunakan
c.Penokohan g.Nilai didik atau amanat
d. Latar
1. Isi yaitu hal hal yang disampaikan secara menyeluruh.
3. Estetika yaitu berupa kesatuan pelaku pada teks tersebut.
1. Penggunaan ejaan
2. Sistematika penyajian sesuai dengan struktur teks
3. Bahasa yang mencangkupi keefektifan kalimat dan kelogisannya
1. Membaca teks narasi fiksi secara keseluruhan.
2. Mencatatvatau menulis pokok pokok isi.
3. Melengkapi pokok pokok cerita dengan teks yang lebih ringkas.
4. Menulis kembali ringkasan.
5. Mengecek apakah sipnosis sudah menyeluruh tanpa meninggalkan ide pokok.
Contoh Teks Sejarah Non Fiksi
Kekalahan Kerajaan Malaka
Pengenalan
Malaka merupakan salah satu pusat perdagangan rempah di Asia yang sangat besar dan ramai. Kapal-kapal perdagangan dari Gujarat, Bengali, Persia, dan Negara lainnya berdatangan ke Malaka untuk berdagang. Hal tersebut menjadikan kerajaan Malaka semakin makmur dan berkembang.
Namun, hal tersebut pula yang menyebabkan negara lain tertarik dengan potensi yang dapat dihasilkan oleh jalur perdagangan Malaka. Salah satu negara yang tertarik adalah Portugis. Maka Portugis pun merencanakan dan melakukan ekspedisi laut menuju Malaka.
Pengungkapan Peristiwa (berisi: konflik & komplikasi)
Konflik
Kedatangan Portugis ke wilayah Malaka langsung menimbulkan kecurigaan rakyat Malaka. Hal tersebut dikarenakan mereka datang berbondong-bondong atas nama negaranya, bukan atas nama perseorangan seperti pedagang lainnya. Pedagang tidak mungkin membawa armada sebesar dan sekokoh itu untuk melakukan transaksi jual beli di tanah nusantara.
Kapal-kapal yang berdatangan pun bukan kapal sembarangan apalagi kapal dagang. Kapal yang mereka bawa ke perwira Malaka merupakan kapal perang yang diperlengkapi dengan meriam-meriam besar yang siap untuk ditembakkan kapan saja.
Armada Portugis yang datang pertama kalinya di perairan Malaka dipimpin oleh Diego Lopez de Sequcira. Mereka datang dengan alasan untuk berdagang ,bahkan pimpinan mereka pun datang meminta izin kepada Sultan Mahmud Syah. Namun permintaan tersebut ditolak karena rakyat dan Sultan Mahmud Syah telah mengetahui tujuan sebenarnya dari Portugis. Yakni, untuk menguasai jalur perdagangan di perairan Malaka.
Komplikasi
Akhirnya, rakyat Malaka yang curiga segera menyerang armada Portugis. Kemudian, serangan tersebut dijadikan alasan oleh Albuquerque, pemimpin pasukan Portugis, untuk mengadakan serangan balasan. Perang berlangsung dengan cukup lama, sangat dahsyat dan menelan banyak korban di kedua belah pihak.
Penutup
Pertempuran demi pertempuran dilalui dan pada akhirnya Kerajaan Malaka tidak mampu menahan serangan Portugis yang bertubi-tubi. Sayangnya kerajaan dan rakyat Malaka tidak dapat berkutik karena harus menghadapi persenjataan Portugis yang jauh lebih modern.
Pada akhirnya Malaka berhasil ditaklukkan oleh Portugis pada tahun 1511. Sultan Malaka terpaksa melarikan diri ke Pulau Bintan. Meskipun begitu, perlawanan rakyat Malaka tidak berhenti disana saja. Perlawanan rakyat terus berjalan meskipun dalam skala kecil dan bersifat local saja.
Contoh Teks Cerita Sejarah Fiksi
Garis Keturunan Tingkir
Bukit Borobudur tampak lebih muram dari biasanya. Di tepian jalannya terlihat sosok seorang pemuda yang sedang berjalan menuju ke jalan setapak. Jalan setapak yang akan membawanya ke sungai yang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk mencuci dan membersihkan diri.
Pemuda itu tampak bermuram pula, mengenakan selempang yang menopang belati kecil dan keris di punggungnya. Langkah kecil kaki pemuda itu akhirnya mengantarnya ke tepian sungai tujuannya. Ia kemudian lekas melepas alas kakinya dan duduk di atas batu lalu mencemplungkan kakinya ke dalam riak air sungai.
Konflik
Namun, tanpa sepengetahuannya, dua orang asing tengah membuntutinya dari semenjak ia melewati bukit Borobudur. Kedua orang itu tampak mengendap-endap dan memperhatikan setiap gerak-gerik pemuda muram itu. Mereka berdua adalah Arya Penangsang dan Ken Arok, utusan dari kerajaan.
Mereka berdua ditugaskan untuk membuntuti orang-orang mencurigakan yang baru menginjakkan kakinya di tanah Jawa. Ketika pemuda itu tengah melepaskan sabuk pinggang dan perlengkapan kesatrianya, dua orang mencurigakan itu pun lekas bereaksi.
Klimaks/Komplikasi
“Pusaka dan jimatnya sedang dilepas, saya pikir ini adalah kesempatan kita kisanak” bisiknya. Arya Penangsang hanya membalasnya dengan anggukan kepala. Tak lama mereka berdua berlari dan berusaha menerkam pemuda itu dengan ajian mematikan. Namun, seketika itu pula petir menyambar dan mereka berdua terpental jauh ke belakang.
“Ajian apa ini?” Arya Penangsang bertanya sambil menahan kesakitan. “Tidak mungkin, “ balas Ken Arok. “Ia mampu mengeluarkan ajian tanpa jimat apalagi pusaka” Arya Penangsang keheranan. “Apakah menurut kisanak juga, ia adalah…”. “Ya, tidak salah lagi, ia pasti garis keturunan sakti”. “Tapi keturunan siapa ki?” Ken Arok bertanya kembali. “Petir sebesar itu, hanya keturunan sakti Jaka Tingkir yang mampu mengeluarkannya”.
Penutup
Tanpa panjang lebar mereka berdua memutuskan untuk berlari menjauh dari pemuda itu. Pemuda yang ternyata merupakan darah keturunan sakti dari Jaka Tingkir. Mereka berdua berhasil melarikan diri dan membawa berita mengenai keberadaan garis keturunan Jaka Tingkir ke kerajaan. Dapat ditebak bahwa penyerangan ini bukanlah upaya akhir dari usaha penaklukan semua garis keturunan sakti oleh Majapahit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar