Minggu, 08 November 2020

RINGKASAN MATERI BAHASA INDONESIA SEMESTER GASAL KELAS XII

 A. LAMARAN PEKERJAAN


      Pengertian Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat dari seseorang yang memerlukan pekerjaan kepada orang atau pejabat yang dapat memberikan pekerjaan atau jabatan. Melalui surat lamaran, pelamar meminta agar ia diberi pekerjaan. Surat lamaran pekerjaan dapat juga diartikan sebagai surat dari calon karyawan kepada calon majikan yang berisi permintaan agar karyawan diberi pekerjaan oleh calon majikan. Surat lamaran pekerjaan biasanya bersifat formal atau resmi, misalnya surat untuk melamar pekerjaan menjadi karyawan ataupun jabatan tertentu sesuai dengan iklan yang ditawarkan. Dalam hal ini, pelamar dalam surat lamarannya perlu menyebutkan sumber lamaran tersebut pada alinea atau paragraf pembuka. Jika lamaran itu tidak berdasarkan pada suatu sumber, tentu tidak diperlukan penyebutan sumber pada alinea pembuka.

Jenis-jenis Surat Lamaran Pekerjaan
Menurut jenis pembuatannya surat lamaran pekerjaan terbagi menjadi dua, yaitu :
a.       Surat lamaran pekerjaan yang digabungkan dengan riwayat hidup (curriculum vitae). Dalam cara ini, riwayat hidup termasuk isi surat karena isinya berupa gabungan, cara ini juga disebut model gabungan.
b.      Surat lamaran yang dipisahkan dari riwayat hidup. Dalam cara ini riwayat hidup merupakan lampiran dan cara ini disebut model terpisah.
Dalam praktek pemakain yang banyak dipakai adalah model terpisah. Walaupun dalam pembuatannya memerlukan dua kali kerja, dan model ini lebih digemari oleh pencari kerja karena suratnya tidak terlalu panjang.
 
   Sumber-Sumber Lamaran Pekerjaan
Sumber-sumber lamaran pekerjaan diantaranya :
a.       Sumber lowongan pekerjaan tanpa sumber tertentu
b.      Sumber lowongan pekerjaan dari media tertentu
c.       Sumber lowongan pekerjaan dari referensi pihak tertentu

Unsur-unsur Penting Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran yang baik sekurang-kurangnya mempunyai ciri-ciri :
a.       Mempunyai bentuk yang menarik
b.      Mempunyi bahasa yang menarik
c.       Menggambarkan kemampuan pelamar
d.      Tepat pada sasaran
Hal-hal yang harus dicantumkan dalam surat lamaran pekerjaan agar tercapai tujuan pembuatannya diantaranya :
a.       Menyebutkan sumber lamaran
b.      Identifikasi diri lengkap dari pelamar
Identifikasi diri lengkap dari pelamar meliputi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap,nomor telepon,hand phone atau alat bantu komunikasi lainnya. Identifikasi diri dari pelamar harus memudahkan pihak perusahaan menghubungi pelamar.
c.       Posisi yang dikehendaki
d.      Riwayat pendidikan
e.       Riwayat pekerjaan (bila ada)
f.       Kemampuan lain yang dimiliki
g.      Referensi (bila ada dan pelamar memandang  pihak pemberi referensi mempunyai pengaruh terhadap pengambilan keputusan)
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan surat lamaran, yaitu sebagai berikut :
1.      Surat lamaran ditulis tangan di atas kertas bergaris ukuran folio. Tulisan harus jelas, bersih, dan tidak ada coretan. Surat lamaranpun dapat dibuat menggunakan mesin tik atau komputer.
2.      Pelamar menyebutkan dirinya bukan dengan kata ganti kami melainkan saya. Pelamar harus menyebut pimpinan instansi dengan Bapak/Ibu (jika sudah jelas pemimpinnya). Apabila masih belum jelas, dapat langsung menyebutkan jabatannya.
Dalam surat lamaran pekerjaan, terdapat unsur-unsur surat, yakni :
1.      Kepala surat
2.      Tempat dan tanggal penulisan surat
3.      Salam pembuka
4.      Pembuka surat
5.      Tujuan surat lamaran pekerjaan
6.      Lampiran persyaratan yang ditentukan
7.      Penutup surat
8.      Tanda tangan dan nama jelas pelamar


B. TEKS CERITA SEJARAH

1.      Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan suatu rangkaian terjadinya peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari manusia.

2.      Dalam teks cerita sejarah terdapat 4 fungsi sejarah adalah sebgai berikut :
*Fungsi rekreatif, artinya sejarah dapat memberikan perasaan senang atau gembira kepada penikmatnya.
*Fungsi inspiratif, artinya dengan mempelajari sejarah kita dapat mengembangkan inspirasi, imajinasi dan kreativitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
*Fungsi instruktif, artinya sejarah dapat dijadikan alat bantu dalam proses pembelajaran.
*Fungsi edukatif, artinya nilai nilai sejarah dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar menjadi pribadi yang arif dan bijaksana

3.      Struktur teks cerita sejarah
a. Orientasi, ialah bagian yang menunjukan awal kejadian cerita atau latar belakang terjadinya peristiwa.
b. Komplikasi, ialah kondisi saat mulai timbul konflik antara tokoh utama dan tokoh yang lain.
c. Solusi, merupakan kondisi ketika konflik mulai menurun dan mengarah pada tuntutan terhadap suatu hal terutama dari pelaku utama.
d. Reorientasi, merupakan penutup cerita dengan akhir cerita sesuai dengan kronologis yang dipaparkan.

4.      Kaidah kebahasaan teks cerita sejarah
a. Menggunakan kata benda atau kata ganti
b. Menggunakan tokoh sentral
c. Menggunakan kata sifat yang menjelaskan frasa nomina
d. Menggunakan kata hubungvatau konjungsi
e. Menggunakan kata yang menggambarkan kejadian masa lampau
f. Menggunakan frasa adverbial

5.      Kaidah teks cerita sejarah
*Adanya rangkaian peristiwa (bahwa ada alasan logis dari terjadinya setiap peristiwa dan berkaiatan satu sama lain)
*Adanya kesatuan tindakan
*Adanya proses (tahapan pendahuluan, perkembangan dan penutup)
*Adanya hubungan kausal dalam suatu konflik yang membentuk struktur cerita secara keseluruhan.

6.      Teks cerita sejarah dibedakan menjadi 2 yaitu teks cerita sejarah fiksi (fable,novel,mite) dan non fiksi (riwayat hidup dan biografi).
7.      Untuk menganalisis teks cerita sejarah, adapun criteria criteria yang diperhatikan. Kriteria yang digunakan untuk menganalisis teks cerita sejarah berupa fakta adalah sebagai berikut :
a. Struktur teks
b. Bahasa yang digunakan
c. Teknik penulisan
d. Makna yang terdapat didalamnya

Kriteria yang digunakan untuk menganalisis teks cerita sejarah berupa fiksi adalah sebagi berikut :
a. Tema                        e. Sudut pandang
b. Alur                          f. Majas/bahasa yang digunakan
c.Penokohan                g.Nilai didik atau amanat
d. Latar


8.      Langkah langkah untuk menyunting teks cerita sejarah :
1.      Membaca ulang naskah secara keseluruhan.
2.      Membetulkan penulisan jika terdapat kesalahan dalam penulisan.
3.      Mengganti kata kata yang tepat jika pemilihan katanya tidak sesuai.
4.      Menambah atau mengurangi bagian sesuai dengan draf yang telah disiapkan sebelumnya.


9.      Langkah langkah penyuntingan teks narasi fiksi :
1. Isi yaitu hal hal yang disampaikan secara menyeluruh.
2. Bahasa yaitu berupa penalaran, penggunaan tanda baca dan ketepatan kalimat.
3. Estetika yaitu berupa kesatuan pelaku pada teks tersebut.
4. Unsur intrinsic yaitu menganalisis dari unsure pembentuk teks.

10.  Langkah langkah penyuntingan teks narasi berupa fakta :
1. Penggunaan ejaan
2. Sistematika penyajian sesuai dengan struktur teks
3. Bahasa yang mencangkupi keefektifan kalimat dan kelogisannya


11.  Cara mengabtraksi teks cerita sejarah :
1. Membaca teks narasi fiksi secara keseluruhan.
2. Mencatatvatau menulis pokok pokok isi.
3. Melengkapi pokok pokok cerita dengan teks yang lebih ringkas.
4. Menulis kembali ringkasan.
5. Mengecek apakah sipnosis sudah menyeluruh tanpa meninggalkan ide pokok. 


C. TEKS EDITORIAL

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah sebuah artikel dalam surat kabar yang merupakan pendapat atau pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa yang aktual atau sedang menjadi perbincangan hangat pada saat surat kabar itu diterbitkan. Isu atau masalah aktual itu dapat berupa masalah politik, sosial, maupun masalah ekonomi yang berkaitan dengan politik. Contoh isu yang diangkat misalnya tentang kenaikan bbm, reshuffle kabinet, kebijakan impor dll. Teks editorial biasanya akan muncul secara rutin di koran atau majalah.


Teks editorial merupakan opini atau pendapat yang ditulis oleh redaksi sebuah media terhadap isu aktual di masyarakat. Opini yang diulis oleh redaksi tersebut dianggap sebagai pandangan resmi suatu penerbit atau media terhadap suatu isu aktual.

Meskipun teks editorial adalah opini atau pendapat, namun dalam penulisannya tidak bisa sembarangan. Penulisan pendapat atau opini harus dilengkapi dengan fakta, bukti dan argumentasi yang logis

Pengertian Teks Editorial Menurut Para Ahli

  • Menurut Dja’far H Assegaf dalam bukunya “jurnalistik masa kini” yang dikutip dari Lyle Spencer dalam “editoril writing”, tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol sebegitu rupa sehingga bagi kebanyakan pembaca surat kabar akan menyimak pentingnya arti berita yang ditajukkan tadi (Dja’far H. Assegaff : 1991).

Tujuan Teks Editorial

Setidaknya terdapat 2 tujuan utama dari teks editorial:

  1. Teks editorial bertujuan mengajak pembaca untuk ikut berpikir tentang isu aktual yang sedang hangat dibicarakan atau sedang terjadi di kehidupan sekitar.
  2. Teks editorial bertujuan untuk memberikan opini atau pandangan redaksi kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

Manfaat Teks Editorial

  • Memberikan informasi kepada pembaca
  • Bermanfaat untuk merangsang pemikiran pembaca
  • Teks editorial terkadang mampu menggerakkan pembaca untuk bertindak.

Fungsi Teks Editorial

Teks editorial memiliki beberapa fungsi diantaranya, sebagai berikut:

  • Fungsi tajuk rencana umumnya menjelaskan berita dan akibatnya pada masyarakat.
  • Memberi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
  • Terkadang ada analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang bisa terjadi.
  • Meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.

Ciri-Ciri Teks Editorial :

  1. Topik tulisan teks editorial selalu hangat (sedang berkembang dan dibicarakan secara luas oleh masyarakat), bersifat aktual dan faktual.
  2. Teks editorial bersifat sistematis dan logis.
  3. Teks editorial merupakan sebuah opini / pendapat yang bersifat argumentative.
  4. Teks editorial menarik untuk dibaca, karena ditulis dengan  menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas.

Struktur Teks Editorial

Terdapat 3 struktur yang menyusun teks editorial/opini, yaitu:

  1. Pernyataan pendapat (tesis), bagian yang berisi sudut pandang penulis tentang masalah yang dibahas, biasanya berisi sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen.
  2. Argumentasi, merupakan alasan atau bukti yang digunakan guna memperkuat pernyataan dalam tesis. Argumentasi yang diberikan dapat berupa pertanyaan umum/data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.
  3. Pernyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration), merupakan bagian yang berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta di bagian argumentasi guna memperkuat/menegaskan. Penegasan ulang berada di bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam tek editorial tidak berbeda jauh dengan teks prosedur kompleks yaitu menggunakan verba material.

  • Adverbia, bertujuan agar pembaca meyakini teks yang dibahas dengan menggunakan kata keterangan seperti selalu, sering, biasanya, kadang-kadang, jarang dan lain sebagainya.
  • Konjungsi yaitu kata penghubung pada teks, seperti bahkan dan lain sebagainya.
  • Verba material yaitu verba yang menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa.
  • Verba rasional yaitu verba yang menunjukan hubungan intensitas(Pengertian B adalah C) dan milik (Mengandung pengertian B memiliki C)
  • Verba mental yaitu verba yang menunjukan persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Pada verba mental ada partisi[am pengindra dan fenomena.

Jenis jenis Teks Editorial

  • Interpretaive editorial, editorial ini bertujuan untuk menjelaskan isu dengan menyajikan fakta dan figur untuk memberikan pengetahuan.
  • Controversial editorial, editorial bertujuan untuk meyakinkan pembaca pada keinginan atau menumbuhkan kepercayaan pembaca terhadap suatu isu. Dalam editorial ini biasanya pendapat yang berlawanan akan digambarkan lebih buruk.
  • Explantory editorial, editorial ini menyajikan masalah atau suatu isu agar dinilai oleh pembaca. Biasanya teks editorial ini bertujuan untuk mengeidentifikasi suatu masalah dan membuka mata masayarakat untuk memperhatikan suatu isu.

Contoh Teks Editorial Dalam Surat Kabar

Sedia Mitigasi Sebelum Bencana

Tim Redaksi Lampung Post 09 Aug 2018 – 1:30 199

SEDIA payung sebelum hujan, menjadi ungkapan yang diajarkan nenek moyang dan menjadi patokan untuk mengantisipasi setiap problem yang akan datang. Untuk itulah pemerintah menggaungkan program mitigasi untuk setiap daerah yang rawan bencana.

Sudah sepatutnya pemerintah menggelar berbagai upaya pencegahan, kesiapsiagaan, peringatan dini, antisipasi, dan mitigasi hingga penanggulangan becana. UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, Pasal 5 menyebutkan pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.


Tolok ukur kesiapsiagaan dan mitigasi yang dilakukan pemerintah itu tecermin dari gempa dua kali di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa pertama terjadi pada 28 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 skala Richter (SR) dan tidak ada korban jiwa. Selain itu, juga tidak terjadi tsunami di sepanjang pantai Lombok Utara itu.

Dan sepekan kemudian, pada 5 Agustus 2018 gempa kembali mengguncang Lombok Utara, saat warga sedang menunaikan salat magrib. Kali ini gempa berkekuatan makin dahsyat, yakni 7 SR. Walau tidak terjadi tsunami, korban jiwa jatuh sangat banyak. Ratusan warga meninggal dunia terkena reruntuhan bangunan saat gempa itu.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh. Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berteori bahwa gempa pertama merupakan pendahuluan, sementara gempa utamanya atau main earthquake pada 5 Agustus dengan kekuatan 7 SR. Selanjutnya gempa susulan dengan kekuatan yang relatif lebih kecil.


Jika disimak dari penjelasan dua badan pemerintah yang dipercaya untuk menanggulangi bencana itu, berarti sudah ada prediksi bahwa Lombok Utara adalah daerah rawan gempa. Sebab, daerah itu berada di atas patahan lempeng bumi, sehingga jauh hari mestinya sudah bisa dilakukan mitigasi bencana.

Pengertian mitigasi sendiri sesuai dengan UU 24/2007 itu adalah upaya mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. Hal itu berarti di daerah Lombok Utara semestinya sudah dilakukan upaya itu, setidaknya sosialisasi kepada masyarakat menghadapi gempa. Sosialisasi konstruksi bangunan antigempa dan jalur-jalur evakuasi sudah disiapkan.


Kini Lampung juga merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, terkait posisi Bumi Ruwa Jurai di atas patahan lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Sehingga akan ada ancaman korban jiwa, jika pemerintah lalai untuk menyediakan mitigasi sebelum bencana itu datang, penderitaan bagi masyarakat banyak akan menjadi pemandangan tragis yang tidak dapat terelakkan lagi.

Jangan sampai akibat kurangnya mitigasi, bencana yang datang akan memakan banyak korban. Apalagi jika mitigasi dan penanggulangan bencana hanya dijadikan proyek. Maka, korban yang sudah sangat terluka justru makin menjerit pada dalamnya sakit. Sedia mitigasi sebelum bencana datang menerjang adalah keharusan.



SUMBER:

https://rosisilvi.blogspot.com/2019/07/rangkuman-materi-surat-lamaran-kerja.html

http://ringmat.blogspot.com/2016/10/rangkuman-materi-tentang-teks-cerita.html

https://www.gurupendidikan.co.id/teks-editorial/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BELAJAR DARI BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, entah itu berupa ke...